Selasa, 16 April 2013

Seluruh Gereja Rumah di Iran Terancam Ditutup


Seluruh Gereja Rumah di Iran Terancam Ditutup

WEDNESDAY, 10 APRIL 2013

Total View : 1487 times

Penyebaran gereja rumah di seluruh Iran, khususnya di kota-kota Islam kini telah menjadi perhatian serius bagi pemerintah Iran. Pasalnya akibat tindakan pelecehan, penyiksaan yang dilakukan oleh Pemerintah Iran terhadap kaum minoritas dalam menjalankan ibadah mendorong banyak kelompok, khususnya mereka yang telah berpindah keyakinan membentuk gereja rumah.

Kepala Polisi Resort Khorasan-Razavi, Bahman Amiri Moghaddam mengatakan bahwa pihaknya akan menindak tegas kelompok jaringan gereja rumah di Mashhad dan akan menuntut siapapun yang terlibat kasus ini. Dirinya tidak menyebutkan siapa saja pihak yang telah ditahan terkait kasus ini. Namun, dia menuding bahwa gereja rumah dituduh menyebarkan takhayul dan kepercayaan yang salah serta menarik anak muda dengan kebaikan yang ditawarkan agar mereka berpindah keyakinan.

Bahkan sebelum ini, beberapa media Iran lainnya telah mempublikasikan banyak cerita fiktif dan bersifat provokasi tentang gereja rumah yang ada di Iran. Media lokal, Ati News yang didukung oleh organisasi keamanan Iran mengatakan ada beberapa gereja rumah di kota-kota Islam, seperti Qom dan Mashhad  telah berhasil ditemukan. Mereka mengklaim bahwa rumah-rumah tersebut disewa oleh banyak lembaga pelayanan Kristen untuk membawa orang pindah keyakinan. Selain itu, mereka menuding bahwa pembentukan gereja rumah di Iran adalah bentuk dari pemecahbelahan agama.

Terkait maraknya gereja rumah di Iran, Sekretaris Umum Ahl Al-bayt World Assembly, Hojatol-Eslam Mohammad Hassan Akhtari menyampaikan dalam konfrensi, "Selebaran dan brosur tentang Kekristenan sedang disebarkan ke rumah-rumah secara gratis di banyak daerah." Hal ini telah menjadi ancaman serius bagi keberlangsungan rezim Muslim di Iran. Oleh karenanya, pemerintah Iran membuat banyak klaim tentang Kekristenan dan menghabiskan ribuan dolar setiap tahun untuk menyebarkan Islam dan menumpas kegiatan Kristen di Iran.

Peristiwa yang terjadi di Iran mungkin hanya salah satu contoh dari banyak kasus penganiayaan terhadap kekristenan di dunia. Oleh karenanya tetaplah berdoa dan jangan jemu dan lelah dalam mempertahankan iman kekristenan kita dan tetaplah mengabarkan kabar baik kepada mereka yang belum mengenal Yesus.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar