Senin, 11 November 2013

Unik, Kirim Alkitab Lewat Balon Raksasa ke Korea Utara

Unik, Kirim Alkitab Lewat Balon Raksasa ke Korea Utara

Unik, Kirim Alkitab Lewat Balon Raksasa ke Korea Utara

Related Articles

  • No related articles yet

MONDAY, 11 NOVEMBER 2013

Total View : 7 times

Kelompok Kristen Seoul USA yang berbasis di Colorado melakukan misi pengiriman Alkitab ke Korea Utara dengan menggunakan balon raksasa. Kelompok yang dipimpin oleh Pendeta Eric Foley ini mengirimkan sekitar 50 ribu keping Alkitab dan buku kesaksian ke daerah rawan konflik tersebut.
Alkitab dimasukkan ke dalam balon berjenis hidrogen dan dilepaskan ke udara. Biasanya dilakukan pada musim badai atau angin yang sedang bertiup kencang. Pergerakan balon ini pun dipantau dengan menggunakan teknologi GPS untuk memastikan pendaratan balon-balon tersebut.
Misi ini sebelumnya dilakukan bulan Mei-Oktober 2013 lalu dari perbatasan antara Korea Utara dan Korea Selatan. Balon berisi Alkitab ini diharap dapat ditemukan oleh penduduk setempat.
Setelah menjalankan misi ini selama tujuh tahun, Pendeta Foley mengaku bahwa setiap kali melepaskan balon, dirinya selalu merasa tersendat dan menyaksikan balon beterbangan. Ia menegaskan bahwa ini adalah cara penjangkau terhadap masyarakat di Korea Utara yang menolak keras kehadiran Alkitab.  
"Ini adalah distorsi Kristen. Dan cara terbaik untuk menjangkau mereka adalah melalui pola pikir dan pengetahuan," ujarnya, seperti dilansir Dailymail.com, Sabtu (9/11).
Meskipun tindakan ini illegal, namun tampaknya kelompok ini tetap getol menjalankan misi penjangkaunya. Ia menyadari bahwa Kristen Korea Utara adalah orang-orang yang mengalami ancaman atas imannya.
Beragam cara dapat dipakai untuk menyampaikan firman Tuhan kepada banyak orang baik atau tidak baik kondisinya, dan salah satunya adalah cara unik yang dilakukan oleh kelompok Seoul USA ini.

Kementerian Agama Siapkan Hari Kerukunan

Kementerian Agama Siapkan Hari Kerukunan

MONDAY, 11 NOVEMBER 2013

Total View : 124 times


Dengan tujuan untuk menguatkan kerukunan antar umat beragama dan bisa menjangkau lapisan masyarakat terbawah, Kementerian Agama menyatakan bahwa kini tengah menyiapkan untuk mencanangkan Hari Kerukunan yang bertepatan dengan kelahiran kementerian itu pada 3 Januari 2014.

Hal itu disampaikan oleh Sekjen Kementerian Agama Bahrul Hayat yang mengatakan bahwa merawat kerukunan harus dilakukan secara berkelanjutan, seusai menghadiri Silaturrahim Forum Kerukunan Umat Beragama (Silatnas FKUB) IV, 10-12 November 2013, di Jakarta, Senin (11/11).

Bahrul Hayat mengemukakan, dalam kaitan menyambut hari kerukunan itu pihaknya tiap pekan menggelar berbagai kegiatan di berbagai daerah, mulai dari gerak jalan dan kegiatan sosial lainnya. Kegiatan itu sudah berlangsung dalam beberapa pekan lalu, dimulai di Semarang.

Puncaknya pada acara hari amal bakti Kementerian Agama, 3 Januari 2014. Penetapan Hari Kerukunan memiliki nilai penting, karena itu harus didukung dengan gerakan massal. Kerukunan harus sampai pada grass root community (kelompok akar rumput). Hal itu harus menjadi spirit hidup rukun.

Pancasila, Civil Religion Yang Dapat Naungi Semua Agama

Pancasila, Civil Religion Yang Dapat Naungi Semua Agama

WEDNESDAY, 06 NOVEMBER 2013

Total View : 441 times

Teolog Jerman dan mantan Sekretaris Jenderal Dewan Gereja-gereja Dunia, Konrad Raiser mengatakan bahwa Indonesia adalah salah satu negara yang dapat menjadi model dimana setiap agama dapat berdampingan untuk menyelesaikan suatu masalah.

"Saya pernah mengunjungi negara Anda dan bertemu alm. Presiden Abdurrahman Wahid maupun tokoh-tokoh dari gereja di Indonesia. Dan saya melihat, kerja sama yang sudah dibangun di Indonesia dalam mengembangkan civil society di mana alm. Presiden Wahid jadi salah satu tokoh utamanya, merupakan model yang sangat penting," katanya seperti dirilis Satuharapan.com, Jumat (1/11).

Raiser melihat bahwa Indonesia mempunyai landasan negara yang begitu penting yaitu Pancasila yang dipercaya dapat menjadi pemersatu semua warga beragama dan berkeyakinan.

"Dan negara Anda memiliki Pancasila yang, bagi saya, seperti sebuah civil religion yang dapat menaungi semua agama dan kepercayaan. Itu sangat mengesankan bagi saya dan merupakan sumbangan penting yang dapat memberi kerangka bagaimana agama-agama, termasuk di dalamnya gereja, saling bekerja sama secara positif."


Din Syamsuddin Sampaikan Pesan Umat Islam di Sidang Dewan Gereja

Din Syamsuddin Sampaikan Pesan Umat Islam di Sidang Dewan Gereja

THURSDAY, 07 NOVEMBER 2013

Total View : 1102 times

Dalam Sidang Raya Dewan Gereja Sedunia ke-10 (The 10th Assembly of World Council of Churches) di Busan, Korea Selatan, Selasa (5/11), Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin menyampaikan pidato yang diakuinya sebagai pesan dari umat Islam.

Menurut Din saat ini situasi dunia masih diliputi ketiadaan damai (the absence of peace). Ketiadaan damai itu adalah kemiskinan, kebodohan, keterbelakangan, kesenjangan, ketidakadilan, kekerasan, konflik, dan perang. "Maka agama-agama harus berperan sebagai pemecah masalah. Oleh karena itu agama-agama perlu menampilkan misi profetiknya," kata Din.
Dalam sidang yang diselenggarakan tujuh tahun sekali dan, dihadiri sekitar 3.000 tokoh gereja Kristen Protestan berasal dari berbagai negara itu, Din mengajak agar agama-agama harus menyelesaikan masalah-masalah dirinya, baik internal maupun eksternal, dengan agama-agama lain. "Perlu diintensifkan dialog inter dan intra agama," katanya.

Ketua Umum PP Muhammadiyah itu juga menyampaikan relasi antara Islam dan Kristen sebagai dua agama Ibrahim yang memiliki perbedaan tetapi juga persamaan. Menurut dia, saat ini waktunya untuk mengutamakan persamaan-persamaan dan tidak membesar-besarkan perbedaan.

Gereja Diajak Dampingi Umat Muslim Dalam Pertarungan Internalnya

Gereja Diajak Dampingi Umat Muslim Dalam Pertarungan Internalnya

TUESDAY, 05 NOVEMBER 2013

Total View : 533 times

Teolog Jerman dan mantan Sekretaris Jenderal Dewan Gereja-gereja Dunia, Konrad Raiser melihat bahwa saat ini sedang terjadi pertarungan internal di dalam tubuh masyarakat Muslim sendiri seperti yang terjadi di wilayah Timur Tengah dan di wilayah-wilayah Islam lainnya.

Untuk itu Raiser melihat bahwa dalam pergolakan yang sekarang terjadi, maka gereja-gereja harus mendampingi umat Muslim pertarungan itu. "Pertarungan internal itu, setahu saya, sudah berlangsung sejak abad ke-19 ketika Islam ditantang oleh masuknya pengaruh dunia modern ke dalam kehidupan sehari-hari," katanya di Busan, Korea Selatan.

"Saya kira itu merupakan kewajiban gereja dan umat Kristen, yakni menemani kaum Muslim dalam pertarungan internal mereka, alih-alih mencap mereka sebagai "fundamentalis" yang hanya akan makin menyisihkan mereka," tambahnya.

Menjadi peran kita bersama sebagai satu gereja yang mengasihi sesame untuk mendampingi siapapun yang tengah dilanda kesusahan terutama dalam konflik panjang seperti di Suriah yang tiada ujungnya.

Kristen Israel Desak Negara Bentuk Kurikulum Sekolah Resmi

Kristen Israel Desak Negara Bentuk Kurikulum Sekolah Resmi

MONDAY, 04 NOVEMBER 2013

Total View : 916 times

Kristen Israel meminta pemerintah untuk membentuk kurikulum sekolah resmi. Pasalnya, banyak pemuda Kristen yang tengah mengikuti pendidikan sebagai tentara Israel di sekolah-sekolah Arab hanya sekedar mendapat pembelajaran sejarah bangsa Israel dan ajaran agama lain.
Seperti yang dituliskan di halaman Facebook dari forum pendaftaran Kristen Israel, sejumlah pemuda mengakui bahwa sekolah-sekolah Arab hanya mengajarkan mereka seputar sejarah Israel dan agama lain. Sementara pembelajaran seputar sejarah kekristenan tidak pernah sama sekali.
Dengan itu, forum tersebut menyampaikan proposal permohonan pembentukan resmi kurikulum sekolah Kristen Israel melalui Departemen Pendidikan. Namun tak tertutup kemungkinan banyak pihak akan menentang dan menyatakan harus menerima kurikulum yang ada.
Pendeta Gabriel Nadaf, salah satu pemimpin pembentukan kurikulum baru ini mengatakan, adalah kesalahan besar bila menyamakan Kristen sebagai orang Arab, pasalnya Komunitas Kristen sudah ada sebelum penaklukan Muslim Arab.
Pendidikan agama dan sejarah memang sangat penting dalam membentuk pola pemikiran maupun pengetahuan para pelajar. Idealnya, setiap warga negara sekalipun berbeda keyakinan seharusnya mendapatkan hak yang sama dalam berbagai aspek termasuk pendidikan.

Patung Yesus Kristus Didirikan Di Suriah

Patung Yesus Kristus Didirikan Di Suriah

WEDNESDAY, 30 OCTOBER 2013

Total View : 1749 times

Ditengah berkecamuknya perang saudara yang mengakibatkan konflik berdarah di Suriah, semangat kepada jalan perdamaian kembali lahir setelah sebuah patung perunggu Yesus Kristus didirikan di puncak gunung dekat kota Saidnaya.

Patung Yesus Kristus dengan tema "Aku Datang untuk Menyelamatkan Dunia" ini digagas oleh Yury Gavrilov (49), seorang Moskow yang memimpin organisasi berpusat di London, St Paul and St George Foundation. Dengan tinggi 39 meter, patung ini lebih tinggi daripada patung Kristus Penebus di Rio de Janeiro, setinggi 38 meter.

"Kami berharap pendirian patung ini bakal membawa perdamaian dan kasih di hati orang-orang. Dan, karya kami akan membantu memulihkan perdamaian dan ketenangan di wilayah ini yang telah lama menderita," kata Direktur St Paulus and St George Foundation, Samir el-Gadban kepada Komsomolskaya Pravda.

Dalam mewujudkan perdamaian, setiap kita perlu menggunakan berbagai instrumen seperti salah satunya melalui karya seni. Setiap kali patung Yesus Kristus didirikan dimananpun, harapan terwujudkan perdamaian dan berkat selalu hadir untuk mengingatkan kita bersyukur kepada Yesus Sang Juruselamat manusia.

Kedamaian Saat Agama-Agama di Indonesia Ini Berkumpul

Kedamaian Saat Agama-Agama di Indonesia Ini Berkumpul

WEDNESDAY, 30 OCTOBER 2013

Total View : 900 times

Di saat berkecamuk pergolakan karena ada gereja-gereja yang tidak boleh didirikan / dibuka meski mempunyai IMB, di saat seorang lurah didemo karena agamanya, datang kedamaian di sudut lain Indonesia. Bernama Perhelatan Kidung Damai 3, kidung dari semua agama di Indonesia bergema di Gereja Isa Almasih, Semarang, Selasa (29/10) malam.

Tembang "Ilahi ya Ilahi" dari kelompok Rebana El Ibrahim Pondok Pesantren Ibrahimyah mengumandang salah satunya. "Kami senang bisa tampil di depan seluruh umat, tidak hanya Islam saja. Ini malah semakin membuat tahu bagaimana enaknya hidup rukun dengan umat lain," ujar Zainul Haq (25) penabuh rebana seperti yang dirilis tribunnews.

Romo Aloysius Budi turut menyanyikan dua lagu hasil ciptaannya yaitu "Pada-Mu Hatiku Damai dan "Aku Bahagia Karena Engkau Mencintai Aku". Pastor Gereja Katedral Semarang ini bercerita sekaligus mengajak masyarakat hidup dalam damai lewat lagunya. "Setiap orang, apapun agamanya, merindukan berkah kedamaian. Tidak ada agama yang mengajarkan kebencian dan perpecahan," ujarnya.

"Bangsa Indonesia perlu memperkuat kesatuan dan persatuan untuk menjadi bangsa yang mampu membangun kedamaian dunia," ujar pendeta DR Indrawan Eleeas, gembala jemaat Gereja Isa Almasih sekaligus sebagai panitia penyelenggara. Masih ada sejumlah pertunjukan lain dari berbagai umat, baik Islam, Protestan, Katolik, Hindu, Budha, dan Konghucu.

Inilah jalan kehidupan berbhineka ika yang sesungguhnya, kita boleh saja berbeda tapi tetap satu jua. Namun yang terpenting adalah mengenal kebenaran sejati yang sudah Tuhan berikan ke dalam hidup kita. Mari, kita ciptakan hubungan harmonis yang horizontal yaitu sesama manusia dan vertical yaitu antara kita dengan Tuhan.

Pendeta Wanita Baptis Ini Menikah dengan Uskup Wanita

Pendeta Wanita Baptis Ini Menikah dengan Uskup Wanita

MONDAY, 28 OCTOBER 2013

Total View : 1541 times

Debat tentang pendeta wanita biasanya berkisar tentang apakah mereka boleh mengajar pria atau bahkan berbicara di gereja. Namun, baru-baru ini tersiar kabar seorang pendeta Baptist menikah dengan seorang wanita dari uskup Katolik. Menurut Detroit Free Press yang dilansir oleh Charismanews, Pendeta Allyson D. Nelson Abrams adalah pendeta wanita pertama yang melayani di Gereja Zion Progress Baptist dan ini mengguncangkan mereka.

Abrams (43), bukan hanya wanita yang sudah menikah, dia juga menikah antar denominasi dengan seorang wanita yang bernama Diana Williams, uskup emeritus dari Gereja Imani Temple African-American Catholic Congregation di Washington, DC. Mereka menikah di Iowa dimana pernikahan sesama jenis legal pada Maret lalu.

"Kita semua tahu bahwa kita semua diciptakan sesuai dengan gambaran Allah, dan bagaimanapun rupa kita, tidak peduli siapapun kita, tidak peduli bagaimana orientasimu, kita seharusnya bebas untuk mencintai siapapun," kata Abrams kepada Free Press. "Cinta adalah sesuatu yang seharusnya tidak terbatas keadaan. Dan sebagai seorang Kristen, jika ada orang yang berhak dicintai, kitalah orangnya." lanjutnya.

Berita ini memunculkan pro kontra. Salah satu yang mendukungnya yaitu Rev. Charles C. Adams, pendeta di Gereja Hartford Memorial Baptist, salah satu gereja Baptis yang terbesar.

Kasih ditujukan kepada semua orang tapi Tuhan sudah menetapkan pernikahan hanya bisa dilakukan untuk mereka yang berjenis kelamin berbeda. Tuhan sendiri katakan bahwa Dia membenci persetubuhan sesama jenis, antar laki-laki dengan laki-laki ataupun perempuan dengan perempuan. Perintah Allah yang satu harus diikuti, tapi yang lain jangan diabaikan. Jangan kita jadi serupa dengan dunia ini tapi jadilah terang kemanapun kita berada

Iran Hukum Cambuk Pelaku Komuni Minum Anggur di Gereja

Iran Hukum Cambuk Pelaku Komuni Minum Anggur di Gereja

SUNDAY, 27 OCTOBER 2013

Total View : 830 times

Sebanyak empat anggota gereja di Iran dijatuhi hukuman delapan puluh kali cambukan akibat melakukan komuni minum anggur di gereja. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mencatat hal ini sebagai salah satu bentuk pelanggaran hak asasi yang umumnya terjadi di Iran.

Keempat orang itu dijatuhi hukuman pada 6 Oktober 2013 silam setelah ditangkap saat sedang mengadakan komuni di gereja pada Desember 2012 lalu. Mereka didakwa melanggar Undang-Undang anti alkohol yang ditetapkan pemerintah Iran.

Ahmed Shaheed, pelapor khusus PBB untuk hak asasi manusia di Iran menyatakan bahwa sejak tahun 2010 sejumlah pelayan gereja yang aktif ditahan. Sementara sejumlah kegiatan gereja seperti kelompok doa, khotbah dan seminar pun dilarang.

Kepala eksekutif Christian Solidarity Worldwide Mervyn Thomas menyatakan, hukuman 80 kali cambuk bagi para anggota gereja yang menjalankan sakramen Perjamuan Tuhan tidak dapat diterima sebab dianggap melanggar hak dalam menjalankan kebebasan dan kedamaian iman.

PBB mencacat bahwa pelanggaran hak asasi terhadap kebebasan beragama sangat lazim terjadi di Iran, sehingga tak heran bila hal demikian dialami oleh umat non-muslim di Iran. Kendati demikian, tetap berdoa bagi umat Kristen di Iran agar kembali memperoleh kebebasan dalam menjalankan ibadahnya.

Ketua PGI : Indonesia Sedang Alami Persoalan Nasionalisme

Ketua PGI : Indonesia Sedang Alami Persoalan Nasionalisme

TUESDAY, 22 OCTOBER 2013

Total View : 751 times

Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia, Andreas Anaguru Yewangoe, memandang Indonesia kini sedang dalam persoalan nasionalisme yang serius. Ia memandang jika ini tidak kunjung ditangani dengan baik maka hal tersebut bisa berpotensi mengakibatkan terjadinya disintegrasi bangsa.
"Persoalan GKI Yasmin bukan persoalan umat Kristiani, akan tetapi persoalan bangsa ini. Bila ada semangat nasionalisme, tidak mungkin terjadi penutupan GKI Yasmin, kekerasan pada Syiah dan Ahmadiyah," ujar Yewangoe di gedung Baptis, Jakarta, Selasa (22/10).

Yewangoe pun mengkritik politik yang dijadikan sumber penghidupan para elit. Menurutnya, politik harusnya menjadi garam dan terang Allah dalam mewujudkan kesejahteraan bangsa.

"Berdasarkan survei, masyarakat memandang Pemilu tidak bermanfaat bagi bangsa. Ini harus menjadi cambukan bagi para politisi yang ingin maju ke Senayan. Lebih baik kita melakukan katarsis, menyakiti diri sendiri untuk sebuah perubahan," pungkasnya.
Yang dapat membuat Indonesia kuat dan maju adalah ketika segenap rakyatnya bersatu padu dan bersama-sama berkarya membangun wilayah nusantara dengan kemampuan yang dimiliki masing-masing. Jika memang ini adalah harapan kita semua maka mari kita mewujudkannya dengan hidup harmonis.

Lagi, Kelompok Intoleran Pasang Spanduk Tolak Ibadat Jemaat Santa Bernadette

Lagi, Kelompok Intoleran Pasang Spanduk Tolak Ibadat Jemaat Santa Bernadette

TUESDAY, 22 OCTOBER 2013

Total View : 1357 times

Spanduk penolakan terhadap kehadiran gereja Katolik Santa Bernadette di Sudimara, Kecamatan Pinang, Tangerang terpasang di sekitar gereja. Ini merupakan buntut dari aksi penolakan yang sebelumnya terjadi pada September 2013 lalu.  
Adapun spanduk tersebut mengatasnamakan sebuah kelompok serta mengandung kecaman. Tertulis, "Pemberitahuan. Bagi jemaat Katolik Bernadeth, dilarang melakukan kegiatan peribadatan di wilayah Sudimara Pinang Kecamatan Pinang. Forum Umat Islam Sudimara Pinang Bersatu," seperti dilansir dari postingan foto akun Facebook Bunda Maria Santa Perawan Suci, Senin (21/10).
Sejumlah kalangan Kristen mengaku kecewa atas pernyataan tersbeut, sebab dinilai telah menyimpang dari paham toleransi dan kebebasan beragama di Indonesia.
"Ini adalah sebuah ironi di tengah negara yang presidennya mendapatkan award toleransi beragama. Yang selalu kita banggakan bahwa Indonesia adalah negara yang sangat toleran bukan intoleran," seperti ditulis dalam postingan Facebook Bunda Maria Santa Perawan Suci, Senin (21/10).
Sebelumnya gereja tersebut disegel oleh kelompok intoleran pada Minggu (22/9) silam. Saat itu, massa mengecam gereja agar menghentikan pembangunan gereja yang masih belum rampung. Sayangnya, hingga kini aparat kepolisian masih belum bertindak tegas terhadap aksi tersebut.
Problematika beragama di Indonesia tampaknya sudah semakin serius. Pemerintah harusnya tidak pangku tangan dan melakukan pembiaran konflik yang semakin keruh.

Lukisan Perjamuan Terakhir Ala China Pecahkan Rekor

Lukisan Perjamuan Terakhir Ala China Pecahkan Rekor

SATURDAY, 19 OCTOBER 2013

Total View : 1210 times

Sebuah lukisan cat minyak karya pelukis China, Zeng Fanzhi memecahkan rekor sebagai lukisan termahal dalam dunia lukis kontemporer Asia. Lukisan ini terjual senilai $23,3 juta AS (sekitar Rp 250 miliar) saat dilakukan lelang Sotheby, Hong Kong. Harga awal dipatok $9 juta. Rekor termahal karya seni sebelumnya dipegang oleh patung karya Takashi Murakami dari Jepang yang terjual seharga $15 juta (Rp 160 miliar) di New York pada 2008 yang lalu.

Lukisan itu dijual oleh kolektor asal Swiss, Guy dan Myriam Ullens de Schooten yang membelinya di Galeri Beijing pada 2012 lampau. Lukisan yang dibuat 2011 ini adalah perekaan ulang karya masterpiece seniman Italia Leonardo Da Vinci, The Last Supper atau juga disebut sebagai Perjamuan Terakhir, perjamuan yang menggambarkan Yesus dengan 12 murid-Nya, sebelum kemudian Dia dikhianati oleh Yudas.

Namun, ada yang berbeda dengan lukisan ini. Lukisan selebar 4 meter yang dibeli oleh seorang kolektor yang tak mau disebut namanya hanya 15 menit setelah pembukaan penawaran melalui lelang ini tidak terlihat seperti lukisan Da Vinci. Dalam lukisan Zeng, figur Yesus diganti oleh seorang pemuda komunis yang menggunakan dasi merah. Figur Yudas menggunakan pakaian Barat dengan dasi kuning.

"Lukisan itu menggambarkan periode transformasi di masyarakat China," ujar Kepala Seni Kontemporer Asia di Sotheby, Evelyn Lin pada awal Oktober lalu. Menurutnya lagi, harga yang didapat lukisan itu menunjukkan pasar seni di China sangat sehat.

Penggambaran sebuah karya seni dapat mempunyai makna yang luas. Sama seperti lukisan Perjamuan Terakhir yang punya makna mendalam bagaimana Yesus mengadakan perjamuan terakhir-Nya, begitu pula lukisan Zeng ini. Gambaran yang diberikan terkadang lebih jelas dari banyak kata-kata.

Protes Korupsi, Gereja Bunyikan Lonceng

Protes Korupsi, Gereja Bunyikan Lonceng

SUNDAY, 20 OCTOBER 2013

Total View : 756 times

Gereja-gereja di Filipina nampaknya bersatu hati dengan tuntutan masyarakat agar setiap pejabat yang berada di pemerintahan untuk menghentikan setiap tindak korupsinya. Karena itulah gereja-gereja melakukan aksi membunyikan lonceng selama beberapa menit pada Jumat (11/10) siang, sebagai tanda protes terhadap korupsi.

"Saat mereka mendengar lonceng berdetang mereka tidak dapat menyangkal lagi tentang seruan rakyat untuk dihapuskan  skema dana tersebut," ungkap Pastor Ben Alforque  dari Aliansi Gereja Rakyat Terhadap "Pork Barrel".

"Pork Barrel" sendiri adalah Dana Prioritas Bantuan Pembangunan yang pada kenyataannya diberikan kepada anggota legislator (DPR). Untuk itulah berbagai organisasi dan warga negara biasa telah menggelar protes dalam beberapa pekan terakhir untuk menekan pemerintah agar menghapusnya.

Tidak lupa Pastor Alforque juga mengajak masyarakat untuk bersatu hati mendoakan anggota parlemen dan Mahkamah Agung agar "Pork Barrel" dihapuskan. "Allah memanggil kita kepada-Nya, oleh karena itu kita harus kembali kepadaNya dan meminta para pemimpin negara kita untuk bertobat," katanya.