Jumat, 12 September 2014

pemerintah jakarta menuju era tanpa uang tunai, apakah ini tanda akhir jaman semakin dekat ?

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau biasa disapa Ahok mempercepat beberapa program unggulan Ibu Kota dalam sisa tiga tahun pemerintahannya. Salah satunya adalah penerapan transaksi non-tunai di Pemprov DKI. 

Misalnya, pembayaran retribusi pedagang kaki lima (PKL), penghuni rusun, electronic road pricing (ERP), pembayaran tarif transjakarta, dan gaji penyapu jalan. [Baca: Ini Program Prioritas Sisa Tiga Tahun Pemerintahan Ahok]

"Semua program seperti ERP dan transaksi non-tunai saya targetkan (terealisasi) sempurna tahun 2016. Tahun 2015 mulai diuji coba, 2016 (program berjalan) sempurna, dan tahun 2017 saya bye-bye, sudah enggak di Jakarta lagi, semua (program) sudah beres," kata Basuki, di Plaza Mandiri, Jakarta Selatan, Jumat (12/9/2014). 

Pemprov DKI kini menjadi model pelaksanaan transaksi non-tunai. Basuki berharap, ke depannya, tak ada lagi pejabat yang menarik uang tunai dengan jumlah besar. Hal ini untuk mengantisipasi adanya praktik suap-menyuap. 

Basuki menilai, transaksi non-tunai juga membantu perbaikan sistem dan pengelolaan transjakarta, seperti mengetahui jumlah penumpang perempuan dan laki-laki, atau koridor mana yang paling ramai dan sepi penumpang. 

"Ternyata, melalui e-money, Bank Mandiri membangun sistem yang dapat mendata seluruh informasi yang kita butuhkan. Dengan demikian, bisa ketahuan trayek mana yang ramai dan perlu kita tambah busnya, serta memberikan pelayanan terbaik buat semua warga Jakarta," kata Basuki.

Lebih lanjut, setelah PT Transjakarta mengelola transjakarta dan bus kota lain, sistem setoran tidak akan diterapkan lagi. Dengan demikian, tidak ada lagi bus kota yang berhenti di pinggir atau tengah jalan. 

"Light rail transit juga akan kami mulai tahun depan. Saya harap ada pihak swasta yang tertarik (membangun LRT) dan tiga tahun bisa selesai. Transjakarta juga akan kami tambah 850 unit tahun depan. Program transportasi ini dipercepat sambil menunggu MRT beroperasi," ujar Ahok. 

dengan adanya berita ini maka kita akan memasuki jaman di mana hampir semuanya bisa dilakukan tanpa uang tunai, apakah ini merupakan tanda akhir jaman ? yang pasti kita hanya bisa berdoa dan berusaha memberikan yang terbaik dalam hal apapun juga sehingga nama Bapa di surga yang di permuliakan, Amin 

Senin, 08 September 2014

Naskah Berusia 1500 Tahun Ungkap Sejarah Alkitab

Naskah Berusia 1500 Tahun Ungkap Sejarah Alkitab

MONDAY, 08 SEPTEMBER 2014

Total View : 161 times

Sebuah papirus yang telah lama hilang ditemukan oleh seorang pekerja perpustakaan Roberty Mazza di makam perpustakaan John Rylands Research Institute, Universitas Manchester pada pekan lalu. Penemuan itu diklaim sebagai salah satu penemuan paling luar biasa dari sejarah Alkitab.
Pasalnya, Mazza mengaku membaca beberapa teks kuno berbahasa Yunani itu dan menemukan sebagian teks tertulis berkonotasi campuran mengungkapkan ayat-ayat dari kedua bagian Alkitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, yakni Mazmur 78: 23-24 dan Matius 26: 28-30.
"Karakter teks itu seperti kelihatannya sebuah daya tarik melindungi kejahatan," kata Mazza, seperti dilansir Thepncvoice.com, Senin (8/9).
Dalam temuan itu, Mazza melihat teks terlipat sangat kecil seperti sebuah bentuk jimat di dalam liontin yang dikenakan di leher sebagai benda pelindung. Ia meyakini bahwa hal itu adalah kebiasaan yang telah diadopsi oleh orang-orang Kristen awal dari orang-orang Mesir. Mereka mengganti kata-kata doa dengan hal yang lebih terkait pada kepercayaan mereka.
Naskah berusia 1500 tahun itu pun telah resmi menjadi milik perpustakaan Universitas Manchester sejak sekitar tahun 1901. Sementara kata-kata yang dalam kertas berbeda tampaknya diambil dari ayat-ayat Alkitab, kata-kata yang salah eja dan salah susunan mengarah pada interpretasi sejarah yang baru.
"Saat ini kita berpikir bahwa Alkitab sebagai pekerjaan yang telah selesai dimana setiap kata-kata berada pada susunan yang benar. Potongan seperti ini menjelaskan kepada kita bahwa pengetahuan tentang Alkitab ditransmisikan lebih melalui kata-kata, liturgi, doa dan jimat, selain buku-buku," terangnya.
Penemuan ini diyakini Mazza sebagai contoh dari awal kehadiran Alkitab dan Kekristenan bagi orang-orang yang telah memiliki keyakinan mereka sendiri. Namun penemuan itu baru akan dipresentasikan di Konferensi Internasional Papirus di Lembaga Penelitian Universitas Manchester pekan ini.

Ketika Arwah Hugo Chavez Dijadikan Doa Bapa Kami

Ketika Arwah Hugo Chavez Dijadikan Doa Bapa Kami

FRIDAY, 05 SEPTEMBER 2014

Total View : 1196 times

Doa Bapa Kami adalah doa yang diucapkan Yesus saat ditanya para murid-Nya apa yang harus dikatakan kepada Bapa. Namun akhir-akhir ini, di Venezuela doa ini kemudian diubah dan ditujukan kepadaHugo Chavez, pemimpin Venezuela yang telah meninggal dunia, seolah-olah Chavez adalah dewa dan ini dikecam oleh gereja setempat.

"Doa Bapa kami merupakan doa bagi orang Kristen di seluruh dunia, adalah perkataan yang diucapkan sendiri oleh Yesus Kristus, karena itu tidak boleh diubah-ubah," demikian ungkap Gereja Katolik Roma di Venezuela. "Seperti larangan perubahan lagu kebangsaan untuk menghormati seseorang, demikian halnya larangan bagi perubahan Doa Bapa Kami," ujar juru bicara gereja tersebut pada Rabu (3/9/2014).

Adapun doa yang diubah tersebut diperkenalkan oleh seorang anggota partai di Venezuela pada Senin (1/9/2014) kemarin. Doa ini mengungkapkan hubungan spiritual antara "Chavistas" (sebutan bagi pemuja Chavez) dengan pemimpin yang meninggal karena kanker pada Maret 2013 lampau.

Di sisi lain, Presiden Nicolas Maduro, yang menyebut dirinya sebagai anak spiritual Chavez, pada Kamis (4/9/2014) waktu setempat menyatakan bahwa gereja berupaya melemahkan pengaruh Chavez. "Mereka tidak dapat menggulingkan Chavez pada masa hidupnya. Dan sekarang mereka ingin membunuh cinta spiritual warga terhadapnya," ujar Maduro yang memeluk Katolik tapi juga terinspirasi guru asal India, Sai Baba.

Berikut bunyi gubahan Doa Bapa Kami untuk Chavez yang digubah oleh Maria Estrella Uribe tersebut :

Chavez kami di surga, di atas bumi, dan di lautan. Pimpin kami dari godaan kapitalisme, hindarkan kami dari keburukan oligarki, seperti kejahatan yang datang diam-diam, karena yang kami miliki hanyalah tanah air, perdamaian, dan kehidupan – selamanya. Amin. Viva Chavez.

Menurut informasi, sebagian besar warga Venezuela memeluk agama Katolik Roma, namun banyak yang mencampurkan iman Kristen mereka dengan bentuk spiritual lain seperti "Santeria". Chavez sendiri juga mencampuradukkan ajaran, dia pernah mengajak orang untuk berdoa pada Yesus dan Marx.

Di dalam kekristenan sendiri, jelas hanya ada satu kebenaran dan kebenaran itu hanyalah menyembah Bapa yang turun dari surga ke dunia untuk jadi manusia yang disebut Yesus, dan menurunkan Roh Kudus ketika Yesus terangkat ke surga. Alkitab katakan, ajaran di luar itu adalah tidak sesuai dengan yang Tuhan ajarkan.

Pangeran Kegelapan Bakar dan Kencingi Alkitab

Pangeran Kegelapan Bakar dan Kencingi Alkitab

TUESDAY, 02 SEPTEMBER 2014

Total View : 2249 times

Seorang pria di Kota Prescott, Arizona, Amerika membakar sesuatu di tangga depan di luar bangunan tunawisma Kristen. Melihat hal tersebut, si pelapor melaporkannya kepada polisi kota setempat. Ternyata yang dibakar adalah sebuah Injil. Hal ini didapati polisi ketika tiba di lokasi kejadian.

Para petugas melihat sebuah Injil di tanah dekat pria tersebut dalam keadaan basah dan ada tanda bekas dibakar. Pria yang menamakan dirinya Dark Lord atau Pangeran Kegelapan itu bernama Eric Minerault (22) dan ditahan sebagai pelaku. Dia selalu mengenakan jubah panjang warna hitam dan merah serta kalung pentagram.

"Dia (Eric Minerault) mengatakan bahwa dia memilih misi tersebut (membakar dan mengencingi Injil), karena dia percaya itu jadi alat ibadah umat Kristen dan dia mengutuk orang-orang Kristen," ujar Letnan Ken Morley, pejabat Presscott.

Ketika para petugas menanyakan dia alasannya mengapa dia melakukan hal tersebut, Menerault menjawab bahwa karena dia adalah Pangeran Kegelapan. Minerault kini dibawa ke Pusat Penahanan Yavapai County dan akan dituntut atas tuduhan pembakaran kitab suci.

Tidak tahu kebenaran akan membuat orang sesat bahkan sampai menyamakan dirinya dengan hal-hal sesat. Alkitab sendiri telah menjelaskan bahwa kita harus waspada dan jangan sampai disesatkan. Mereka akan banyak mengadakan tanda mujizat, tapi jangan percaya. Mereka bilang ada Yesus di sana, di situ tapi jangan percaya. Ingatlah, hari-hari ini adalah jahat. Dekat dengan Tuhan dan mengerti firman-Nya maka kita akan mampu memfilter semuanya.

Uskup Inggris Minta Jihad Tak Boleh Pulang ke Negaranya Lagi

Uskup Inggris Minta Jihad Tak Boleh Pulang ke Negaranya Lagi

TUESDAY, 26 AUGUST 2014

Total View : 1346 times

Setelah kematian seorang jurnalis Amerika James Foley yang diperkirakan dibunuh oleh militan ISIS asal Inggris, yang dikenal sebagai John Jihadis, Inggris mulai melakukan antisipasi. Bahkan uskup Inggris meminta kepada pemerintah agar mereka yang jihad dan menjadi militan, tidak boleh lagi pulang ke negara Inggris selamanya.

"Mereka tidak boleh punya akses istimewa bepergian denganpassport Inggris dengan disertai perlindungan – dan mereka tentu saja tidak boleh kembali ke sini dengan kemampuan barbar dan penuh darah yang telah mereka dapatkan," ujar Lord Carey, mantan Uskup di Canterbury.

"Anak muda yang bepergian ke luar negeri untuk melakukan jihad harus tahu bahwa sebelum mereka pergi, mereka tidak bisa kembali ke masyarakat. Mereka harus tahu bahwa keistimewaan dan kemewahan di negara kita akan menolak mereka di masa depan," ujarnya lagi. Hal ini dikemukakannya setelah militan mengeluarkanvideo pembunuhan jurnalis James Foley.

Sampai saat ini pemerintah Inggris masih mengidentifikasi kebenaran pembunuh James Voley, apakah benar John Jihadis. Menurut Sunday Times, Sekretaris Luar Negeri Inggris Philip Hammond menyatakan bahwa ada lebih dari 500 jihad asal Inggris yang bepergian ke Suriah atau Irak selama beberapa tahun terakhir ini. Passport mereka pun sudah dilarang, menurut Hammond.

"Keikutsertaan masyarakat Inggris kejadian horor minggu lalu merupakan bukti ke depan ancaman yang akan kita terima dari orang-orang tertentu yang membawa passport kita tapi tidak mempunyai nilai-nilai yang kita anut," ujar Hammond.
Hal yang sama juga harus menjadi perhatian Indonesia. Di saat Indonesia menganut Pancasila dan kedamaian, ada pihak-pihak ekstrimis yang menginginkan sebaliknya. Harus ada tindak lanjut, jika dibiarkan, maka kebhineka-ikaan Indonesia bisa saja hilang.

Dewan Gereja Dunia Soroti Ketegangan Rasial di AS

Dewan Gereja Dunia Soroti Ketegangan Rasial di AS

THURSDAY, 28 AUGUST 2014

Total View : 1304 times

Ketegangan rasial di Ferguson, Missouri Amerika Serikat terjadi karena penembakan oleh seorang polisi terhadap Michael Brown (18) seorang remaja tak bersenjata keturunan Afrika-Amerika.Menanggapi hal ini, Dewan Gereja Dunia (WCC) mengupayakan gereja-gereja, komunitas agama, mitra ekumenis, dan antar agama dan organisasi masyarakat sipil untuk menyerukan doa. Selain itu, juga mengimbau untuk melakukan protes dengan damai lewat dialog terbuka dan jujur yang menyangkut rasisme serta isu ketidak-setaraan

Menurut Jim Winkler, Presiden dan Sekretaris umum WCC di AS, penting untuk melakukan penyelidikan menyeluruh terkait insiden penembakan tersebut. "Pembunuhan-pembunuhan ini, serta orang-orang dari ratusan orang Amerika lainnya setiap tahun mengalami peningkatan kejahatan yang dilakukan oleh pasukan polisi militer."

Dirinya berpendapat masyarakat yang sehat dan damaimembutuhkan kepercayaan dan hubungan positif antara warga dan penegakan hukum. Terutama setelah terjadi insiden ini yang kemudian memicu masalah sosial. Setiap pihak terkait dirasa perlu melakukan pemeriksaaan yang jujur dan perombakan terkait kebijakan dan praktik kepolisian.

Selain WCC, insiden ini juga turut disoroti Pendeta Mark DeYmas dari Gereja Mosaic di Little Rock, Arkansas. Dirinya mengungkapkan, rasisme sebenarnya adalah masalah spiritual. "Satu-satunya cara untuk membentuk hubungan yang bermakna adalah melalui gereja lokal."

Dirinya prihatin dengan peristiwa yang terjadi di Fergusson. "Kita harus membangun kepercayaan lintas budaya. Masalah anda menjadi masalah saya, masalah saya menjadi masalah anda. Ketika seseorang menyakiti, maka kita semua terluka. Inilah yang diungkapkan Alkitab."

Hampir setiap hari, selalu ada berita yang mengulas mengenai konflik di berbagai belahan dunia. Hal ini kemudian menjadi ancaman bagi perdamaian. Patut diingat bahwa perpecahan hanya menimbulkan kesengsaraan. Perdamaian tercipta saat setiap orang bisa menghargai kehadiran orang lain. Karena saya, anda, dan kita semua berharga di mata Tuhan.


Paus Buat Laga Perdamaian Palestina Israel di Italia

Paus Buat Laga Perdamaian Palestina Israel di Italia

FRIDAY, 15 AUGUST 2014

Total View : 810 times

Dalam rangka mengkampanyekan gerakan damai antara dua negara yang sedang  bertikai, Palestina dan Israel, pemimpin gereja Katolik Roma, Paus Fransiskus punya cara tersendiri. Saat ini, Paus tengah menyusun acara pertandingan sepakbola persahabatan sebagai kampanyenya.

Laga yang dijadwalkan akan berlangsung pada 1 September 2014 tersebut, rencananya akan berlangsung di Stadion Olimpico Roma, Italia, menurut surat kabar The Times of Israel. Untuk itu, Paus mengundang sejumlah bintang utama seperti Diego Maradona dan Lionel Messi.

Selain itu, pertandingan yang diusulkan dipertandingkan di Italia oleh Yayasan Pupi milik mantan kapten Inter Milan, Javier Zanetti tersebut, juga bekerjasama dengan Lembaga Akademi Kepausan untuk bidang sosial. Sejumlah bintang dari berbagai negara Eropa, Afrika, dan Amerika Latin diharapkan ikut ambil bagian.
"Saya sangat sedih melihat konflik antara Palestina dan Israel, yang telah merenggut nyawa banyak anak kecil dan melukai lainnya," ujar Messi yang sekaligus merupakan duta UNICEF. Messi sendiri telah diundang melalui telepon oleh Paus. Sementara Maradona telah mengkonfirmasi bahwa dia telah dihubungi Paus.

5 Alasan Vatikan Jadikan Korsel Masa Depan Gereja Katolik

5 Alasan Vatikan Jadikan Korsel Masa Depan Gereja Katolik

FRIDAY, 15 AUGUST 2014

Total View : 1972 times

Pesatnya pertumbuhan Gereja Katolik di Korea Selatan (Korsel) adalah satu fakta yang harus diakui dunia, pasalnya saat ini lebih dari lima juta atau sepersepuluh dari populasi Korsel menganut agama Katolik sejak tahun 1970-an.
Pertumbuhan gereja yang signifikan ini pun disadari oleh pihak Vatikan. Gereja Katolik bahkan dipercayai sebagai lembaga yang memiliki citra baik di negara itu. Penerimaan gereja di negara mayoritas penganut agama Kongfuchu itu terbukti dari sambutan baik negara itu terhadap kunjungan Paus Fransiskus dalam menghadiri Hari Pemuda Asia selama lima hari. 
Seperti dikutip dari CNN, Selasa (12/8), Gereja Katolik Korsel bahkan diakui sebagai salah satu gereja yang paling bersemangat di dunia. Kondisi itu bahkan menumbuhkan optimisme Vatikan bahwa Korsel akan menjadi masa depan bagi Gereja Katolik, dengan menyadari 5 alasan pendukung ini.
Populasi gereja yang terus bertumbuh
Hampir 50 juta jiwa (sekitar 11 persen) dari populasi Korsel adalah penganut Katolik. Pertumbuhan ini terus mengalami peningkatan sejak tahun 1960, yang hanya sekitar 2 persen dari populasinya. Banyaknya orang terpanggil menjadi pelayan gereja semakin mendukung penjangkauan di kalangan anak muda.
Masyarakat yang sejahtera
Pertumbuhan ekonomi yang semakin membaik berbanding lurus dengan peningkatan pendidikan dan pertumbuhan gereja. Kondisi ekonomi jemaat menengah ke atas sangat membantu gereja dalam meningkatkan pelayanannya hingga ke dunia pendidikan. Hingga saat ini, kesejahteraan jemaat, pendidikan dan perluasan gereja Katolik berjalan beriringan.
Bersaing dalam lingkungan sekuler
Salah satu kemerosotan pertumbuhan kekristenan di Amerika dan Eropa adalah sekulerisme. Gereja-gereja seolah tak mampu menghadapi kuatnya pengaruh sekulerisme bagi umat Kristen Aropa dan Amerika. Berbeda dengan Korsel, meski merupakan negara yang paling sekuler namun gereja memiliki kemampuan untuk mampu menangkal pengaruh luar ke dalam gereja.
Didorong oleh sejarah
Sebelum seperti saat ini, gereja telah melalui perjalanan panjang agar dapat diterima ditengah-tengah bangsa Korsel. Sejarah yang tak lekang dari penganiayaan dan kemartiran sejumlah tokoh agama, mendorong gereja Korsel mampu melewati fase tersulit hingga diakui kehadirannya pada tahun 1886.
Kunci kesuksesan pertumbuhan Gereja Katolik Korsel bahkan terletak pada kemandirian gereja dalam pertumbuhan pembangunannya.
Gereja berkomitmen untuk keadilan sosial
Kehadiran kekristenan di Korea sebagian besar dilakukan oleh para aktivis awam dan pelayanan misionaris yang tidak terorganisir. Sejarah itu pula yang mendorong gereja-gereja mendukung negara-negara dari masalah sosial seperti  Korea Utara.
Alasan-alasan itu pula yang meyakinkan Paus Fransiskus bahwa "gereja Asia memegang janji besar" akan pesatnya pertumbuhan gereja Katolik di masa depan.

ISIS Sudah Kuasai Kota Kristen Terbesar Irak

ISIS Sudah Kuasai Kota Kristen Terbesar Irak

FRIDAY, 08 AUGUST 2014

Total View : 2663 times

Kelompok militan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) sudah mengambil alih sebagian besar wilayah di Irak bagian utara hingga membuat warga Kristen mengungsi Rabu (6/8/2014). Hal ini diungkapkan oleh Pendeta Louis Sako di Irak kepada AFP, seperti dilansir The Telegraph, Kamis (7/8/2014).

"Warga Kristen mengungsi hanya membawa pakaian di badan mereka, sebagian dari mereka pergi dengan berjalan kaki untuk mencapai wilayah Kurdi," ujarnya. "Ini bencana kemanusiaan.Gereja-gereja dikuasai, salib-salib dicopoti," ujarnya lagi. Dia juga menambahkan bahwa sekitar 1.500 manuskrip juga dibakar.

ISIS juga sudah menguasai Kota Qaraqosh, kota Kristen terbesar di Irak, setelah memukul mundur pasukan Kurdi di wilayah tersebut. "Saya kini sudah tahu Kota Qaraqosh, Tal Kayf, Bartella, dan Karamlesh sudah kosong dari warga asli dan kini dikuasai para militan," ujar Uskup Agung Krkuk dan Sulaimaniyah Joseh Thomas.

Para penduduk yang mengungsi sekitar 200 ribu dan ribuan lainnya yang terjebak di Pegunungan Sinjar saat ini sudah diselamatkan, menurut Perserikatan Bangsa-Bangsa.
Saat ini, ISIS pun ditengarai tengah gencar masuk ke negara-negara mayoritas Islam khususnyaIndonesia. Banyak petinggi pemerintahan yang menolak, namun ada beberapa kelompok yang diduga telah bergabung. Hal ini tentu membahayakan keamanan di Indonesia yang punya begitu banyak latar belakang kebudayaan, agama, suku, dan segala kultur yang berbeda.

Pemimpin Agama Sebut Penganiayaan Kristen Irak Serupa Tindakan Genosida

Pemimpin Agama Sebut Penganiayaan Kristen Irak Serupa Tindakan Genosida

MONDAY, 11 AUGUST 2014

Total View : 1871 times

Para pemimpin agama memperingatkan bahwa tindakan penganiayaan yang dilakukan ISIS terhadap Kristen Irak dinilai telah menyerupai tindakan genosida (pembunuhan besar-besaran secara berencana terhadap suatu bangsa atau ras, red). Hal itu terbukti saat ISIS mulai menguasai kota bersejarah Kristen di Qaraqosh dan memaksa puluhan ribu penduduk Irak, baik pria, wanita dan anak-anak untuk meninggalkan wilayah tersebut.

"Sekarang kami menganggap (tindakan) itu genosida. Mereka membunuh orang-orang kami atas nama Allah dan memberitahu orang-orang bahwa siapa pun yang membunuh orang Kristen akan langsung ke surga: itulah pesan mereka. Mereka telah membakar buku-buku yang sangat tua. Mereka telah merusak salib dan patung perawan suci Maria. Mereka menduduki gereja-gereja kami dan mengubahnya menjadi mesjid," terang Uskup Agung Athanasius Toma Dawod dari Gereja Syriac Orthodox, seperti dikutip dariTheguardian.com, Sabtu (9/8).

Pernyataan Dawod itu pun mendapat respon dari Pemimpin Irak yang berbasis di Gereja Katolik Chaldean, Patriark Louis Sako. Ia pun meminta agar Uni Eropa dan PBB segera menyalurkan bantuan setelah kelompok ISIS melakukan serangan mortir ke kota Niniweh yang memaksa ratusan ribu orang Kristen harus meninggalkan kediamannya.

"(Tindakan) pemaksaan itu, nyata melalui crucis; orang-orang Kristen berjalan kaki di musim panas Irak menuju kota-kota Kurdi Irbil, Duhok dan Soulaymiyia, di antara mereka terdapat orang sakit, orang tua, bayi dan ibu hamil. Mereka menghadapi bencana kemanusiaan dan risiko dari genosida," terang Sako.

Dukungan juga disampaikan oleh Uskup Agung Canterbury, Justin Welby yang meminta pemerintah Inggris untuk bekerja sama dengan negara-negara Eropa lainnya menyalurkan bantuan guna menghentikan penganiayaan terhadap kaum minoritas.

"Ini sangat penting bahwa upaya bantuan sangat mendukung dan bagi mereka yang mengungsi mendapatkan keselamatan. Saya percaya, bahwa seperti Perancis, pintu Inggris harus terbuka bagi kaum pengungsi, sebab mereka telah melewati sejarah panjang".

Sejumlah pejabat negara juga turut menyerukan bantuan terhadap para pengungsi Irak. Seperti tindakan Saleh Mohamed, Co-presiden Partai Uni Demokrat London yang menyerukan dukungan dari siapa saja yang mampu membantu.

Saat ini, para pengungsi Irak telah mendapatkan bala bantuan dari pasukan keamanan Kurdi Irak dengan membuka jalan di pegunungan Sinjar. "Saya dapat membenarkan bahwa kami berhasil mencapai pegunungan dan membuka jalan bagi para pengungsi," kata Halgort Hikmet, juru bicara militer Kurdi, seperti dilansir Aljazeera.

Kebrutalan tindakan ISIS terhadap kaum minoritas di Irak mengundang kecaman dari dunia Internasional. Seruan doa dari berbagai negara juga turut dipanjatkan demi keselamatan para korban konflik di Irak.

10 Kunci Kebahagiaan Versi Paus Fransiskus

10 Kunci Kebahagiaan Versi Paus Fransiskus

FRIDAY, 01 AUGUST 2014

Total View : 1606 times

Paus Fransiskus sudah menjadi sosok yang dikagumi dan dikenal di hampir seluruh dunia berkat pribadi yang tenang, murah hati dan fokus memperjuangkan perdamaian. Hal itu pula yang membuatnya merasakan kebahagiaan.  
Dalam sebuah wawancara oleh salah satu media Argentina, Viva, Minggu (27/7), paus menuturkan 10 kunci rahasia mencapai kebahagiaan yang lebih besar dalam hidup seseorang, seperti uraian ini.
1. Hidup terus berjalan. Setiap orang patut memegang prinsip yang satu ini. Ia menyampaikan agar setiap orang bergerak maju dan membiarkan orang lain melakukan hal yang sama.
2. Berikan dirimu kepada orang lain. Paus berpesan bahwa salah satu kunci kebahagiaan adalah mau terbuka dan bermurah hati kepada orang lain. "Karena jika Anda menarik diri, Anda mendapat resiko menjadi egosentris. Dan genang air menjadi busuk.
3. Diproses dengan perlahan dalam hidup. Paus mengilustrasikan tentang kisah hidup seorang aktor protagonis bernama Don Segundo Sombra dalam novel Argentina karangan Ricardo Guiraldes. Ia menceritakan bagaimana Sombra menyukai aliran air yang perlahan di kolam. Memiliki kemampuan untuk bergerak dengan kebaikan dan kemurahan hati, sebuah ketenangan yang harus dimiliki dalam hidup.
4. Kebersamaan yang sehat. Paus menyayangkan hilangnya momen kebersamaan dengan anak-anak dengan melakukan kesenangan bersama dalam bidang seni, sastra dan permainan. "Konsumerisme telah membawa kita pada kecemasan dan cemas, menyebabkan orang kehilangan "budaya kebersamaan yang sehat". Waktu mereka telah terbuang sehingga tak lagi dapat berbagi dengan orang lain. Meskipun orang tua bekerja berjam-jam, namun mereka harus meluangkan waktu untuk bermain dengan anak-anak mereka, jadwal kerja memang rumit namun Anda harus melakukannya," jelas Paus.
Kehadiran televisi di tengah waktu makan keluarga juga menjadi penghambat terbangunnya komunikasi yang baik antar anggota keluarga. Ia menyarankan agar waktu makan menjadi momen keluarga untuk menjalin komunikasi satu dengan yang lain.
5. Akhir pekan khusus untuk liburan. Akhir pekan (Sabtu dan Minggu) harus dikhususkan sebagai hari libur bagi para pekerja, dan diisi dengan momen kebersamaan dengan keluarga.
6. Terapkan hidup yang inovatif. Temukanlah cara inovatif untuk menciptakan lapangan yang bermartabat bagi kaum muda. "Orang-orang muda harus kreatif. Jika mereka tidak memiliki peluang maka mereka akan terjerumus dalam narkoba dan rentan bunuh diri," kata Paus.
7. Menjaga dan menghormati alam. "Degradasi lingkungan adalah salah satu tantangan besar yang kita hadapi saat ini," jelas Paus.  
8. Berhenti bersikap negatif. "Berbicara buruk tentang orang lain menunjukkan harga diri yang rendah," katanya. Ia berpesan bahwa menjauhkan diri dari hal-hal negatif akan jauh lebih menyehatkan.
9. Jangan menghakimi, hormati keyakinan orang lain. Kita bisa menjadi inspirasi bagi orang lain dengan komunikasi yang baik. NamMempengaruhi orang lain dengan menyusupinya dengan dakwaan bukanlah jalan yang benar. Gereja berkembang bukan karena dakwaan namun karena daya tarik yang ada di dalamnya.
10.  Bekerja untuk menghadirkan perdamaian.  Menciptakan suasana damai membutuhkan usaha dan sikap proaktif. Sehingga perdamaian harus terus diteriakkan kepada orang lain.

Umat Muslim dan Kristen Palestina Rayakan Idul Fitri di Gereja

Umat Muslim dan Kristen Palestina Rayakan Idul Fitri di Gereja

MONDAY, 28 JULY 2014

Total View : 2467 times

Gereja Saint Porphyrius di Kota Gaza telah menjadi tempat pengungsian umat Muslim Palestina sudah hampir dua pekan. Di tengah konflik mengerikan yang mengancam kenyamanan hidup mereka, para pengungsi Muslim Palestina harus menerima kenyataan tidak merayakan hari raya idul fitri dengan damai dan kusyuk.
Kondisi ini memaksa mereka untuk beribadah dan merayakan idul fitri di gereja. Meski menggamabrakn suasana harmonis dan toleran, namun ketegangan masih terus menyerang. "Orang Kristen dan Muslim mungkin merayakan Idul Fitri bersama-sama di sini. Namun tahun ini, itu bukan HHari Raya Idul Fitri tetapi pesta para martir," kata salah seorang Muslim bernama Sabreen al-Ziyara.
Sekitar 500 pengungsi Muslim memadati gereja tua ini dan diberi pelayanan berupa makanan dan minuman. Mereka pun dipersilahkan menggelar ibadah sholat di gereja. Sepanjang berlangsung puasa, pihak gereja bahkan menghormati umat Muslim dengan tidak makan dan minum di depan pengungsi.
"Tentu saja orang-orang Kristen tidak berpuasa, tetapi mereka dengan sengaja tidak makan di depan kami pada siang hari. Mereka tidak merokok atau minum di sekitar kami," kata seorang pengungsi lainnya bernama Mahmud Khalaf.
Dengan itu pula ia mengaku bahwa gereja menyambut mereka dengan terbuka sebagai saudara. Saat memasuki haman Gereja Saint Porphyrius di Kota Gaza, para pengunjung akan disambut dengan ucapan "marhaban" (selamat datang) oleh orang-orang Kristen, tetapi dengan "al-salamu aleikum" oleh sebagian besar penghuninya.
Perang antara Israel dan Palestina bahkan menciptakan keharmonisan dan persatuan antar umat beragama di Gaza dimana mereka sama-sama mengharapkan agar perang yang telah menelan banyak korban itu segera berakhir.

Jumat, 11 Juli 2014

Kristen Irak: Masa Depan Kami Tidak Jelas

Kristen Irak: Masa Depan Kami Tidak Jelas

WEDNESDAY, 02 JULY 2014

Total View : 792 times

Sejak bulan Juni lalu, umat Kristen Irak dirundung ketakutan atas serangan kelompok Islam militan yang dikenal dengan Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) di kota Qaraqosh pada Selasa (25/6) lalu, hampir seluruh warga meninggalkan kota dan mencari perlindungan.

Seperti diberitakan Cbn.com, sekitar 2000 umat Kristen Qaraqosh diketahui berlindung di Kurdi, Arbil di wilayah bagian utara Irak. Ancaman keberadaan ISIS di Irak mendorong para pengungsi dapat segera meninggalkan Irak. Kondisi itu memaksa para pengungsi untuk meninggalkan Irak. Mereka beranggapan bahwa Irak tidak menjanjikan masa depan yang pasti. "Ada banyak orang yang ingin beremigrasi (pindah negara, red) dalam situasi ini karena masa depan kita tidak jelas," kata salah seorang pengungsi Kristen, Ibrahim Marzina.

"Dan secara umum, masa depan Irak belum jelas. Tetapi kami sebagai minoritas Kristen, masa depan kami bahkan lebih tidak jelas. Sejujurnya, kami tidak dapat memperkirakan masa depan kami," lanjutnya.

Ancaman kelompok garis keras ini memang sudah bergulir sejak Amerika Serikat berhasil menggulingkan Saddam Husein. Mereka bahkan telah menguasai sebagian wilayah Irak. Militan ISIS berambisi menumbangkan rezim Bashar al-Assad dan berupaya membentuk negara merdeka dengan wilayah meliputi Irak, Suriah dan bagian wilayah Lebanon. Kelompok ini dipimpin oleh ulama Irak bernaa Abu Bakr al-Baghdadi.

Untuk mencapai ambisinya, warga sipil diwilayah kekuasaannya dipaksa keluar, dan bahkan diperlakukan dengan dengan keji, terutama umat Kristen di wilayah bagian tengah dan selatan Irak.