Jumat, 28 Maret 2014

Uskup Bergaya Hidup Mewah Ini Akhirnya Mundur

Uskup Bergaya Hidup Mewah Ini Akhirnya Mundur

THURSDAY, 27 MARCH 2014

Total View : 463 times

Uskup Limburg Franz-Peter Terbatz-van Eltz (53) yang banyak dikecam karena gaya hidup mewahnya telah mengundurkan diri dan kabarnya telah diterima oleh Paus Fransiskus. Demikian pernyataan resmi Vatikan pada Rabu (26/3/2014) waktu setempat.

Sejak tahun lalu, Uskup Limburg dibebastugaskan dari tugas-tugas keimaman. Dia dikecam terkait proyek pembangunan kediaman resminya yang sangat mewah. Di kompleks kediamannya terdapat sebuah museum, ruang konferensi, sebuah kapel, dan apartemen pribadi. Seluruh pembangunan tersebut menggunakan uang rakyat yang diambil dari pajak agama. Dia menghabiskan 31 juta euro atau sekitar Rp 490 miliar.

Hal ini membuat umat Katolik Jerman marah. Uskup Limburg juga dikecam soal perjalanan kelas satunya ke India, padahal di negeri itu dia dijadwalkan untuk mengunjungi kawasan kumuh di negeri itu.

Skandal uskup yang dipanggil "Uskup Bergaya Hidup Mewah" ini membuat massa menginginkan Gereja Vatikan lebih transparan, apalagi masalah keuangan memang salah satu terobosan terbaru Paus Fransiskus. Uskup pembantu Manfred Grothe pun ditunjuk untuk memimpin keuskupan Limburg.

Bertemu di Vatikan, Obama Akui Pengagum Paus

Bertemu di Vatikan, Obama Akui Pengagum Paus

FRIDAY, 28 MARCH 2014

Total View : 238 times

Presiden Amerika Serikat Barack Obama dan Paus Fransiskus bertemu untuk pertama kalinya di Vatikan pada Kamis (27/3/2014) kemarin waktu setempat. Pertemuan yang diadakan di Perpustakaan Kepausan Vatikan tersebut dimulai dalam suasana hangat. Di sana, Obama mengatakan bahwa dia adalah pengagum Paus.

Pertemuan selama hampir satu jam tersebut diisi dengan perbincangan hangat dan pemberian dari masing-masing pihak. Obama memberi Paus sekotak bibit buah dan sayuran yang ditanam di kebun Gedung Putih. Paus memberi Obama sebuah buku kecil, dokumen kepausan yang berjudul The Joy of Gospel. Buku itu menurut Obama akan digunakannya sebagai pegangan untuk mencari kekuatan.

Pertemuan ini merupakan kesempatan bagi Obama untuk menjembatani hubungan yang tegang karena berbagai perbedaan pandangan. Hubungan yang tegang ini disebabkan karena upaya pemerintah yang memaksa perusahaan dan lembaga-lembaga agama untuk membayar ongkos-ongkos kontrasepsi, termasuk obat-obat pemicu aborsi, dan sterilisasi perempuan. Hal itu membuat umat Katolik bersuara dan mengatakan hukum itu melanggar kebebasan beragama mereka yang mempertentangkan ajaran-ajaran gereja dengan kontrasepsi dan aborsi.
Gedung Putih mengatakan pertemuan itu menjadi kesempatan bagi keduanya untuk saling menggaris bawahi isu-isu yang mereka sepakati. Adapun hal-hal yang mereka sepakati yaitu menentang kemiskinan dan ketimpangan dunia.

Studi: Jumlah Kaum Nasrani yang Dukung Homoseksual Meningkat

Studi: Jumlah Kaum Nasrani yang Dukung Homoseksual Meningkat

SATURDAY, 22 MARCH 2014

Total View : 978 times

Perubahan pola pikir masyarakat mengenai homoseksual berdampak pula pada kekristenan. Studi terbaru dari Pew Research Center menunjukkan peningkatan jumlah kaum Nasrani di AS yang mendukung homoseks di tahun 2014 (hingga bulan Februari).
Tahun ini jumlah umat Protestan kulit hitam yang mendukung pernikahan sesama jenis adalah sebesar 43 persen; naik dibandingkan tahun 2013 yang hanya sebesar 32 persen. Peningkatan juga terlihat di kalangan aliran Protestan kulit putih—dari 55 persen di tahun lalu naik menjadi 62 persen di tahun ini.
Dukungan bagi pernikahan sesama jenis juga dinyatakan oleh kaum Katolik AS. Data terkini menunjukkan enam dari 10 umat Katolik AS (atau 59 persen) mendukung pernikahan homoseks.
Statistik tampak agar berbeda pada umat Protestan Injili. Tahun lalu dan tahun ini, jumlah pendukung homoseks dari kalangan ini sama, yakni 23 persen.
Setidaknya 8 negara bagian di AS telah melegalkan pernikahan sesama jenis. Selain AS, negara-negara lainnya seperti Perancis dan Selandia Baru juga telah mengesahkan pernikahan gay.
Di akhir zaman, manusia semakin menuruti hawa nafsu dan enggan menuruti firman Allah. Pernikahan yang dikehendaki Tuhan sesuai rancangan-Nya adalah hubungan antara satu laki-laki dan satu perempuan. Untuk itu, waspadalah dengan prinsip-prinsip melenceng yang ditawarkan, bahkan dari dalam gereja sekalipun.

Tonton Video Rihana, Stephen Baldwin: Kamu Bisa Kembali Kepada Yesus

Tonton Video Rihana, Stephen Baldwin: Kamu Bisa Kembali Kepada Yesus

THURSDAY, 20 MARCH 2014

Total View : 1264 times

Aktor senior Hollywood dan pembicara Kristiani Stephen Baldwin menulis sebuah pesan panjang setelah  menonton video klip penyanyi pop Rihana yang berjudul "What Now".  Pesan yang diklaim sebagai pewahyuan itu disampaikannya melalui media sosial Twitter-nya.
"Saya biasanya tak melakukan ini namun saat menyaksikan video @rihana "What Now" dekat di bagian akhir mereka menyorot salib dan hal lainnya dia (Rihana) menyanyikan…."I don"t know where to go" dan Roh Kudus menanggapi dengan kata-kata ini.."ya, engkau sudah mengenal Ku sejak lama, sejak kanak-kanak engkau mengingat nama Yesus, terang-Nya terpancar di wajahmu, sukacita-Nya di dalam hatimu, engkau dapat kembali kepada Yesus," tulis Stephen di akun twitternya @StephenBaldwin7, Selasa (18/3).
Stephen menambahkan bahwa saat itu dirinya teringat dengan firman Tuhan yang tertulis dalam Yohannes 3: 29, tepat saat kode waktu Youtube berjalan pada durasi 03:29. Baginya ini sesuatu yang aneh, namun meyakini bahwa hal itu sebagai pewahyuan dari Tuhan.
Sejak peluncurannya tahun 2013, video klip penyanyi berusia 26 tahun tersebut memang banyak menuai kritik karena menyerupai video musik untuk film horror. Dalam pernyataannya, Rihana justru memberi penilaian yang sama bahwa videonya "sangat menakutan dan sedikit gila".
Lewat pesannya, Stephen yang mengenal Kristus sejak 11 September 2001 itu mencoba mengingatkan tentang Yesus kepada penyanyi yang dikabarkan telah mendeklarasikan diri sebagai pengikut Setan sejak 2012 silam itu.
Tuhan dapat memakai sesuatu yang sangat sederhana dan tak terpikirkan untuk mengingatkan orang lain lewat seseorang. Terlepas dari hal lain yang mendasarinya, pengalaman Stephen Baldwin kiranya menjadi kesaksian yang memberkati

Banyak Gereja di Rusia Alami Penganiayaan

Banyak Gereja di Rusia Alami Penganiayaan

FRIDAY, 21 MARCH 2014

Total View : 892 times

Pemerintah Rusia menutup Gereja Harvest, St. Petersburg setelah muncul laporan diadakannya kelas Sekolah Minggu (SM) tanpa izin. Hal ini hanya segelintir kasus dari maraknya penganiayaan terhadap gereja-gereja di Rusia.

Menurut Project Manager Kementerian Rusia, Wade Kusack, gereja Harvest telah melanggar ketentuan yang mengharuskan setiap gereja di Rusia melakukan pencatatan. "Di Rusia, gereja diharuskan memiliki pencatatan. Tanpa pencatatan, tidak satupun berhak melaksanakan kegiatan agamanya. Gereja [Harvest] ditutup terkait pencatatan hukum," kata Kusack.

Gereja Harvest tidak memiliki cukup dokumen untuk mengadakan kelas pendidikan agama Kristen, dan oleh karena itu pemerintah menglikuidasi gereja tersebut tanpa pemberitahuan sebelumnya.

Kusack menilai pemerintah seharusnya memberi peringatan terlebih dahulu. "Mereka bisa memberikan peringatan kepada gereja. Atau mereka bisa datang dan memeriksa apa yang sebenarnya terjadi. Tetapi mereka memutuskan—setelah menemukan kegiatan yang bisa dibilang "tidak berizin"—untuk langsung menutup gereja," katanya.

Kasus ini selanjutnya dibawa ke Mahkamah Eropa untuk Hak Asasi Manusia. Meski demikian, Kusack yakin hasil apapun tidak akan mengubah keputusan untuk menutup gereja Harvest.

"Kita seharusnya mengerti dan menyadari bahwa masa aniaya gereja sedang tiba kembali, dan semakin terang-terangan tahun demi tahun. Sayangnya, kita menemukan makin banyak aniaya gereja yang terjadi di Rusia," pungkas Kusack.

Sepekan Hilang, Doa untuk Pesawat MH370 Terus Bergulir

Sepekan Hilang, Doa untuk Pesawat MH370 Terus Bergulir

SUNDAY, 16 MARCH 2014

Total View : 1430 times

Hilangnya pesawat MH370 telah memasuki sepekan penuh sejak Sabtu, 8 Maret 2014 pekan lalu. Keberadaan pesawat yang masih belum pasti, mengundang perhatian dunia dalam menggelar doa bersama.
Ajakan doa ini menyebar luas melalui media sosial Twitter dengan hastag "PrayForMH370" lewat akun resmi yang dikelola atas nama MH370 atau @MH370flight. Salah satu postingan ditulis sebagai ajakan untuk tetap berharap, berdoa dan percaya. "Tetap berdoa. Tetap berharap. Tetap percaya. Tuhan punya rencana #PrayForMH370," tulisan pesan @MH370flight, Rabu (12/3).
Begitu pula dengan postingan pesan lain, berupa ajakan bersatu dan bersama-sama seluruh ras dan agama tanpa terkecuali untuk memberi dukungan doa dan upaya . "Tak persoalan dengan jenis ras dan agama, mari bersatu untuk menemukan hilangnya pesawat #MH370. #PrayForMH370".
Hal serupa juga dilakukan warga Malaysia saat menggelar acara doa bersama dan dukungan pesan harapan di Mall Pavillion, Kuala Lumpur pada Selasa (11/3). Meski terdiri dari beragam keyakinan, namun mereka memiliki harapan dan doa yang sama agar Malaysia Airlines segera ditemukan.
Seperti diketahui, pesawat yang hilang secara misterius ini membawa sebanyak 239 orang, termasuk awak pesawat. Belum diketahui secara pasti kondisi dari seluruh penumpang, namun proses pencarian terus dilakukan tim pencari dari berbagai negara. Kendati begitu, mari terus berharap, berdoa dan percaya kepada Tuhan.

Aksi Konglomerat Australia Untuk Hapus Perbudakan

Aksi Konglomerat Australia Untuk Hapus Perbudakan

TUESDAY, 18 MARCH 2014

Total View : 844 times

Andrew Forrest, seorang konglomerat tambang asal Australia meluncurkan sebuah organisasi untuk mengakhiri perbudakan modern. Global Freedom Network ini mendapatkan dukungan dari Paus Fransiskus dan Imam Besar al-Azhar, diluncurkan di Vatikan. Paus Fransiskus, Uskup Agung Canterbury Justin Welby, dan Imam Besar al-Azhar duduk dalam dewan pimpinannya.

Diperkirakan saat ini sedikitnya ada 29 juta orang yang masih hidup dalam kondisi perbudakan. Karena itu, para pemimpin agama tersebut diajak untuk bergabung. Forrest mengatakan, kampanye itu akan disebar ke gereja-gereja dan masjid-masjid di seluruh dunia.

Menurut Global Slavery Index yang disusun oleh Walk Free Foundation yang dibentuk Forrest tahun 2012 lalu, di Pakistan dan India saja ada sekitar 16 juta orang yang diperbudak. Karena itu, dia merencanakan untuk membebaskan 2,5 juta orang dari perbudakan di Pakistan Januari 2014 lalu.

Caranya, Forrest memberi akses ke teknologi Australia kepada Pakistan, teknologi yang mengubah batubara muda menjadi diesel. Imbalannya, Pakistan setuju untuk mengeluarkan UU pelarangan perbudakan atau kerja paksa untuk membayar utang.

Adapun motivasinya yaitu ketika dia bertemu dengan anak perempuan yatim piatu 9 tahun dari Nepal yang menjadi korban perdagangan manusia.
Pengusaha Australia ini sebelumnya juga melakukan aksi sosial dengan membiayai prakarsa yang bernilai jutaan dolar untuk membuka lapangan kerja bagi penduduk asli Australia, suku Aborigin. Yesus katakan, kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri. Mungkin inilah kasih yang ditunjukkan Forrest kepada sesamanya manusia itu.

Pemberontak Suriah Bebaskan Tawanan Biarawati

Pemberontak Suriah Bebaskan Tawanan Biarawati

MONDAY, 10 MARCH 2014

Total View : 694 times

Kelompok pemberontak Suriah akhirnya membebaskan 13 biarawati dan 3 petugas salah satu biara di kota Maaloula, sekitar 56 kilometer dari Damaskus bagian Utara. Mereka mendapatkan kebebasan setelah proses negosiasi antara pemerintah dan kelompok pemberontak.
Berdasarkan laporan dari pejabat setempat, para biarawati itu tengah menuju Libanon, dari sana pemerintah Libanon akan bekerja sama dalam proses pemulangannya ke Suriah. Kepala Biara Mar Taqla, Pelagia Sayaf, salah satu tawanan mengucapkan terima kasih kepada Presiden Bashar al-Assad lantaran telah mengupayakan pembebasan tersebut.
Selama ditawan, Sayaf dan biarawati lainnya mengaku diperlakuan dengan baik. "Kami tidak diganggu sama sekali. Tidak ada yang memaksa kami untuk menanggalkan salib kami," kata Sayaf.
Dalam penyambutannya, pemerintah Suriah telah mengirim Gubernur Damaskus Hafez Makhlouf, kerabat dari Presiden Assad menuju perbatasan dengan Libanon. Pembebasan tersebut dinilai sebagai keberhasilan proses negosiasi dengan kelompok pemberontak Suriah yang digelar pada Minggu (9/3) kemarin.
Kabarnya, para biarawati dalam kondisi baik, kecuali satu diantaranya terserang asma. Mereka diculik saat pasukan pemberontak memasuki kota Maaloula, kota kuno umat Kristiani di Suriah pada akhir tahun 2013 silam. Mereka diduga menjadi tawanan atas perlawanan terhadap pasukan pemerintah Suriah.

Doa Dalam Nama Yesus Mengundang Perdebatan

Doa Dalam Nama Yesus Mengundang Perdebatan

MONDAY, 10 MARCH 2014

Total View : 2114 times

Anggota dewan kota di Cuyahoga Falls Ohio Amerika Serikat (AS) dilaporkan menerima sebuah surat resmi yang dikirim oleh Freedom From Religion Foundation (FFRF) yang isinya menegaskan bahwa doa pada sebuah pertemuan yang diakhiri "Dalam Nama Yesus" melanggar konstitusi AS.

Pertemuan itu terjadi ketiwa rapat dewan kota akan dimulai. Biasanya rapat akan dibuka dengan sebuah puisi inspiratif, kutipan motivasi ataupun mengheningkan cipta. Namun sejak pendeta Terry Mader diangkat menjadi seorang ketua pemuka agama setempat, doa pembuka disajikan dalam cara Kristen yaitu mengakhiri doa dengan kata "Dalam Nama Yesus".

Ternyata beberapa warga dan juga anggota dewan yang menghadiri merasa tidak nyaman karena berbeda keyakinan. "ketika seseorang berdoa dalam cakupan publik dan mengakhiri doa "Dalam Nama Yesus", saya merasa diabaikan. Anda dapat mengatakan hal itu dalam hati, dan tidak menghilangkan kuasaNya," ungkap Sheryl Aronson, seorang warga yang mengakui dirinya berkeyakinan Yahudi.

Pendeta Mader sendiri enggan untuk menghentikan doanya, dirinya tetap berkeras akan berdoa "Dalam Nama Yesus" meskipun sudah ada beberapa anggota dewan yang meminta untuk menghentikan doa tersebut. "Kalau saya sebagai pemeluk Kristen, malu untuk menyebutkan NamaNya (Yesus), maka Dia pasti akan malu juga untuk mengenal saya dalam hubungan saya dengan Dia," katanya.

Setiap orang dapat mengekspresikan kedekatan dengan apa yang diyakininya secara bebas dan oranglain pun harus menghormatinya. Dalam konteks kebersamaan, akan lebih bijak jika ekspresi itu harus terlebih dahulu diberitahukan atau meminta izin agar orang lain yang tidak seiman dapat merasa dihargai.

FPI Ingin Pertemukan Islam dan Kristen dalam Dialog

FPI Ingin Pertemukan Islam dan Kristen dalam Dialog

SATURDAY, 08 MARCH 2014

Total View : 2630 times

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Front Pembela Islam (FPI) Al-Habib Muhsin Ahmad Alattas Lc  mengajak umat Kristen dan Islam untuk melakukan dialog antar kedua agama ini. Menurut Habib, ada hal-hal yang belum diketahui orang Islam tentang kekristenan, seperti tidak tahu bahwa Kristen dan Katolik itu berbeda.

"Ke depannya, kita ingin supaya terjadi komunikasi (antara Islam dan Kristen, red.). Kalau perlu saya akan membuat satu tim dari FPI—para ustadz dan aktivis di FPI yang mempelajari ilmu teologi, untuk sekalian aja belajar ke sekolah teologia yang Bapak punya. Kita belajar tentang Kristen, bertanya. Tidak masalah," kata Habib dalam seminar dan bedah buku "Mengapa Kristen Ditolak?" di Jakarta, Jumat (28/2). Dalam acara tersebut hadir sejumlah tokoh Kristen seperti Ketua Umum PGLII (Persekutuan Gereja-gereja dan Lembaga-lembaga Injili Indonesia) Nus Reimas, Ketua Umum DPP ELHAM Posma Rajaguguk, MPH (Majelis Pekerja Harian) PGI (Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia) Novel Matindas, dan lain-lain.

Habib menilai dialog antara kedua agama ini penting untuk kanalisasi, mengingat baik Islam maupun Kristen sama-sama merupakan agama misi.

"Kira-kira bagaimana, bagus atau tidak?" tanya Habib kepada hadirin yang disambut dengan komentar "Bagus!"

Bagi Habib, tidak ada masalah jika Alkitab maupun Al-Quran dibedah secara tajam dan terbuka. Namun, pembicara dialog haruslah orang yang menguasai dalam bidangnya dan bersifat dewasa. Niscaya dialog tersebut menjadi wacana dan masukan sehingga umat beragama dapat menimba ilmu.

"Bapak-bapak, kalau ada apa-apa silakan datang ke FPI. Sekarang saya menjadi Ketua Umum menggantikan Habib Rizieq," ungkapnya.

Film 'Noah' Dilarang Tayang di Negara Arab

Film 'Noah' Dilarang Tayang di Negara Arab

SUNDAY, 09 MARCH 2014

Total View : 1766 times

Film religius terbaru Hollywood "Noah"mendapat larangan tayang di negara Arab sebelum dirilis pada 28 Maret 2014 nanti. Negara Arab mengaku anti terhadap negara Barat sejak tersiarnya berita akan figur dari Muhammad yang menghiasi media Eropa dan Amerika Utara.
"Qatar, Bahrain dan Uni Emirat Arab secara resmi mengkorfirmasi bahwa film ini tidak akan dirilis di negara mereka," kata pihak produksi Paramount Pictures, seperti dilansir Newsmax.com, Sabtu (8/3).
Pihak produksi menyampaikan, pemerintah negara tersebut beralasan bahwa konten film bertentangan dengan pengajaran agama mereka. Film ini menambah deretan tayangan yang dinilai sebagai penghinaan agama. Seperti tayangan sebelumnya, miniseri "Omar" (2012), gambar kartun Muhammad (2006) dan juga hadirnya Video Youtube amatir di California pada tahun 2012 yang semakin merenggangkan hubungan negara-negara Arab dengan Barat.
Kendati  mendapat penolakan di beberapa negara, film yang menghabiskan dana sebesar 125 Juta Dolar Amerika Serikat ini tetap dinilai penting, bernilai dan mengajarkan integritas yang dapat menguatkan iman jutaan orang di dunia. Film ini menceritakan tentang kesetiaan nabi Nuh akan perintah Tuhan yakni dengan membangun sebuah perahu raksasa sebelum terjadinya air bah.

Gereja-gereja Serukan Doa Bagi Ukraina

Gereja-gereja Serukan Doa Bagi Ukraina

THURSDAY, 06 MARCH 2014

Total View : 1283 times

Gereja-gereja diajak untuk menggelar doa bagi Ukraina yang saat ini tengah menghadapi kondisi krisis. Melalui Persekutuan Penginjil Eropa (EEA), gereja diajak untuk berdoa agar negara ini mendapat mujizat dan menemukan solusi untuk membuka jalan buntu atas konflik yang sedang terjadi.
Sementara warga Kristiani di Ukraina yang tampak hidup dalam cengkraman ketakutan, turut mengajak komunitas Kristen di seluruh dunia agar sama-sama berdoa dan berpuasa bagi keselamatan dan perdamaian negara mereka. "Ukraina cukup menderita. Banyak orang meninggal dan ribuan demonstran terluka. Dan saat ini ada kemungkinan terjadinya invasi, pendudukan, perang sipil dan terpecahnya negara," ujar pihak EEA, seperti dilansir Christiantoday.com, Selasa (4/3).
EEA menyatakan sebagian besar warga Ukraina tidak menghendaki perang dan timbul perpecahan. Upaya protes dari sejumlah demonstran selama berbulan-bulan itu akhirnya menjadi pemicu meledaknya tindakan anarkis dan menjatuhkan korban.
Meski kondisinya masih belum stabil, seluruh gereja di dunia tetap menyerukan bahwa perdamaian menjadi solusi terbaik. Perdamaian itu diharap dapat terjadi lewat doa bersama ini. Tak hanya pihak-pihak gereja, tetapi bagi setiap kita yang merasa prihatin dengan kondisi negara itu, mari dukung dalam doa agar Tuhan kiranya melawat para pemimpin-pemimpin negara dan rakyatnya.

Kondisi Kekristenan Di Cina Dinilai Sudah Membaik

Kondisi Kekristenan Di Cina Dinilai Sudah Membaik

MONDAY, 03 MARCH 2014

Total View : 1316 times

Rev. Paul Estabrooks dari Open Doors Kanada menyampaikan bahwa saat ini kondisi Kekristenan di Republik Rakyat Cina secara keseluruhan dapat dikatakan telah membaik, dibanding dengan gelombang penganiayaan yang mereka terima sejak era Revolusi Kebudayaan.

"Apakah Cina sudah bisa menerima Kekristenan? Jawabannya adalah ya dan tidak. Maksudnya adalah, Kekristenan tetap diakui namun hanya beberapa gereja saja yang boleh berdiri yaitu gereja yang mendapat restu resmi dari pemerintah," katanya dalam launching bukunya night of million miracles di STT Rahmat Emmanuel, Jakarta, Sabtu (2/3).

Paul menambahkan bahwa saat ini memang masih ada penganiayaan yang terjadi terhadap umat Kristen di negeri tirai bambu tersebut. Namun hal itu hanya datang dari beberapa daerah saja yang disebutkan pemimpinnya mempunyai sentimen tersendiri kepada Kekristenan.

"Saat ini penganiayaan di Cina hanya bersifat regional saja. Artinya penganiayaan ini datang dari pejabat-pejabat lokal yang sentimen terhadap Kekristenan. Namun diluar gereja resmi, yaitu gereja-gereja rumah memang banyak yang teraniaya," jelasnya.

Namun meskipun aniaya itu masih terjadi, Paul menyebutkan bahwa kini Cina telah lebih terbuka terhadap Kekristenan ketimbang dahulu kala, dimana dirinya beserta ke-19 sejawatnya dari Open Doors harus berjibaku untuk menyelundupkan satu juta alkitab berbahasa Cina pad1 1981, masa dimana Cina masih menutup diri pada pengajaran-pengajaran dari luar. "Alkitab memang hanya tersedia di gereja-gereja resmi pemerintah. Tapi, secara keseluruhan dapat dikatakan bahwa gereja di Cina sudah membaik."