Senin, 08 September 2014

Naskah Berusia 1500 Tahun Ungkap Sejarah Alkitab

Naskah Berusia 1500 Tahun Ungkap Sejarah Alkitab

MONDAY, 08 SEPTEMBER 2014

Total View : 161 times

Sebuah papirus yang telah lama hilang ditemukan oleh seorang pekerja perpustakaan Roberty Mazza di makam perpustakaan John Rylands Research Institute, Universitas Manchester pada pekan lalu. Penemuan itu diklaim sebagai salah satu penemuan paling luar biasa dari sejarah Alkitab.
Pasalnya, Mazza mengaku membaca beberapa teks kuno berbahasa Yunani itu dan menemukan sebagian teks tertulis berkonotasi campuran mengungkapkan ayat-ayat dari kedua bagian Alkitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, yakni Mazmur 78: 23-24 dan Matius 26: 28-30.
"Karakter teks itu seperti kelihatannya sebuah daya tarik melindungi kejahatan," kata Mazza, seperti dilansir Thepncvoice.com, Senin (8/9).
Dalam temuan itu, Mazza melihat teks terlipat sangat kecil seperti sebuah bentuk jimat di dalam liontin yang dikenakan di leher sebagai benda pelindung. Ia meyakini bahwa hal itu adalah kebiasaan yang telah diadopsi oleh orang-orang Kristen awal dari orang-orang Mesir. Mereka mengganti kata-kata doa dengan hal yang lebih terkait pada kepercayaan mereka.
Naskah berusia 1500 tahun itu pun telah resmi menjadi milik perpustakaan Universitas Manchester sejak sekitar tahun 1901. Sementara kata-kata yang dalam kertas berbeda tampaknya diambil dari ayat-ayat Alkitab, kata-kata yang salah eja dan salah susunan mengarah pada interpretasi sejarah yang baru.
"Saat ini kita berpikir bahwa Alkitab sebagai pekerjaan yang telah selesai dimana setiap kata-kata berada pada susunan yang benar. Potongan seperti ini menjelaskan kepada kita bahwa pengetahuan tentang Alkitab ditransmisikan lebih melalui kata-kata, liturgi, doa dan jimat, selain buku-buku," terangnya.
Penemuan ini diyakini Mazza sebagai contoh dari awal kehadiran Alkitab dan Kekristenan bagi orang-orang yang telah memiliki keyakinan mereka sendiri. Namun penemuan itu baru akan dipresentasikan di Konferensi Internasional Papirus di Lembaga Penelitian Universitas Manchester pekan ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar