Senin, 02 Juni 2014

Janji Tuhan di Yesaya 49 Mulai Dipenuhi

Janji Tuhan di Yesaya 49 Mulai Dipenuhi

SATURDAY, 10 MAY 2014

Total View : 2170 times

Situasi yang makin memburuk di Ukraina membuat penyerangan terhadap para Yahudi yang tinggal di sana. Banyak dari mereka yang kemudian ingin pindah ke Israel. Baru-baru ini ada 19 orang Yahudi Ukraina yang datang ke Israel setelah menyelamatkan diri dari kekerasan di negara mereka. Yang lainnya masih menunggu dan kuatir tentang para keluarga yang mereka tinggalkan di sana.

"Saya dari Donetsk. Saya datang ke Israel tahun 1991 dengan keluarga saya tapi sampai sekarang saya masih punya bibi di Donetsk," ujar salah satu imigran, Ilena Hila Feingold. "Dia umurnya 86 tahun dan saya sangat kuatir, bagaimana keadaannya, saya tidak pernah mendengar lagi. Saya hanya bisa berdoa agar baik-baik saja," ujar wanita yang sekarang bekerja di The Jewish Agency, sebuah agensi yang membantu orang Yahudi kembali ke Israel.

"Tiap Yahudi di kota-kota Ukraina berbeda-beda, baik itu di bagian barat maupun di bagian timur Ukraina, namun ada satu kesamaan di antaranya yaitu kami merasa bahwa banyak orang Yahudi yang makin ingin pergi ke Israel," tambahnya lagi.

Awal 1990-an, lebih dari 1 juta Yahudi berimigrasi ke Israel, tapi saat ini orang Yahudi dari Ukraina sudah mencapai 1 juta orang sejak awal bulan 2014. Penerbangan mereka ke Israel dibantu oleh International Christian Embassy Jerusalem, yang telah beroperasi lebih dari 25 tahun yang lalu untuk membantu para imigran Yahudi ke Israel.
"Kami percaya bahwa kembalinya orang Yahudi ke Israel merupakan penggenapan firman Tuhan yang berjanji akan membawa mereka pulang," ujar juru bicara ICEJ David Parsons. "Sementara orang Kristen lainnya fokus pada sisi lain profetik itu – Siapa itu antikristus? Kapan Armagedon akan terjadi? – tapi kami fokus pada sisi positif, kembalinya orang Yahudi," ujarnya lagi. "Dan kita lihat di dalam Alkitab sendiri bahwa bangsa-bangsa yang Tuhan syaratkan, dalam Yesaya 49, akan datang membantu para Yahudi kembali ke Tanah Perjanjian."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar