Minggu, 25 Agustus 2013

Terkuak: Perjamuan Kudus Pernah Dilakukan di Bulan

Terkuak: Perjamuan Kudus Pernah Dilakukan di Bulan

MONDAY, 22 JULY 2013

Total View : 4853 times

Mantan astronot Edwin "Buzz" Aldrin mungkin adalah manusia kedua yang berjalan di bulan, namun dia adalah manusia pertama dan satu-satunya yang pernah merayakan Perjamuan Kudus di bulan.

Di dalam pesawat angkasanya beberapa jam sebelum dirinya menyusul Neil Armstrong keluar pesawat pada 1969, Aldrin merayakan sakramen Kristen dengan wafer dan sebotol wine yang dibawanya dari gereja Presbyterian Webster, Houston. Fakta ini lalu disimpan oleh pemerintah USA dan menolak untuk mempublikasikannya ke depan umum.

Rencana astronot Apollo 11 menyiarkan tindakan religius tersebut sekembalinya ke bumi dihalangi oleh NASA setelah seorang penganut atheis, Madalyn Murray O'Hair, mengajukan gugatan dan keluhannya tentang siaran religius Apollo 8 sebelumnya. Menurut majalan Time, O"Hair ingin agar astronot NASA dilarang mempraktikkan kegiatan agama di bumi, luar angkasa, atau sekitar bulan selama mereka bertugas setelah kru Apollo 8 membaca kitab penciptaan Kejadian di orbit.  

"Saya menuangkan anggur ke dalam piala gereja yang sudah diberikan kepada Saya. Pada 1/6 gravitasi bulan, anggur tertuang dengan perlahan dan masuk ke sisi cawan," seperti yang tertera di salinan majalah Guideposts tahun 1970 dan dikutip Guardian.

Sebelumnya, Aldrin mengajak pendengar radio Houston Space Center Mission Control untuk bersyukur bersamanya dan membaca ayat dari Injil Yohanes yang telah dituliskan di sebuah kartu: "Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak, sebab di luar Aku, kamu tidak dapat berbuat apa-apa."
Apa yang dilakukan Aldrin adalah salah satu bentuk keberanian untuk memberitakan kebenaran yang pada sekarang ini sulit ditemukan lagi, walaupun pada awalnya hal tersebut dihalangi NASA dan Madalyn Murray O'Hair. Oleh karena itu, beranilah melakukan hal yang benar!

Komunitas Ini Non-Stop 24 Jam Berdoa Syafaat Untuk Indonesia

Komunitas Ini Non-Stop 24 Jam Berdoa Syafaat Untuk Indonesia

SATURDAY, 03 AUGUST 2013

Total View : 1084 times

Sebuah komunitas pendoa kristiani melakukan gerakan doa selama 24 jam sehari setiap minggunya. Ini dianggap hal yang pertama kali terjadi di Indonesia yang berpenduduk mayoritas Muslim ini.
Para pendoa yang tergabung dalam Great Commission Coalition yang berpusat di Amerika ini, melakukan doa syafaat di menara doa yang berlokasi di sebuah gedung bertingkat yang berjarak 30 kilometer keluar dari pusat ibukota Jakarta.
"Semua pendeta dan pemimpin gereja berdoa 24 jam setiap hari bagi gereja-gereja di Indonesia. Tiada hari tanpa doa syafaat bagi bangsa kita," ujar Jeffrey Petrus, seorang penjaga menara doa tersebut.
Petrus menyampaikan bahwa para pendoa melakukan shift setiap empat jam sekali setiap harinya. Ketika mereka merasa lelah, maka mereka dapat beristirahat dan kemudian kembali berdoa bila sudah merasa pulih kembali.
Transformasi doa ini diyakini akan berdampak disegala belahan Indonesia. Seperti fakta nyata bahwa pertumbuhan kristen cukup terasa meskipun diskriminasi terhadap kaum minoritas masih terjadi. Kini komunitas pendoa syafaat ini hadir untuk memberkati gereja, Indonesia dan dunia setiap saat lewat seruan doa mereka.

Komunitas Kristen dan Muslim Tolak UU Baru Kebebasan Beragama

Komunitas Kristen dan Muslim Tolak UU Baru Kebebasan Beragama

MONDAY, 05 AUGUST 2013

Total View : 1655 times

Undang-Undang baru mengenai Kebebasan Beragama yang diberlakukan pemerintah distrik Madhya Pradesh mendapat protes keras dari Komunitas Kristen dan Muslim di India. Selain bakal melegalkan kekerasan yang selama ini dilakukan penganut agama mayoritas, kedua  komunitas menganggap aturan khususnya berkaitan konversi itu justru melanggar hak asasi manusia yang dimiliki setiap warga.
"Kelompok-kelompok Hindu garis keras akan menggunakan perubahan hukum ini untuk tujuan mereka sendiri. Tanpa konversi saja, mereka sudah tercatat memiliki 36 kasus pada kami dalam kurun waktu lima tahun terakhir," kata Anand Muttungal, Koordinator Federasi Kristen sebagaimana dilansir onislam.net, Senin (6/8).

"Ini bentuk pelanggaran HAM. Setiap individu bebas menerima agama apa pun," ucap Ausaf Shahmiri Khurram, Presiden Komite Muslim India (AIMFC) menanggapi UU baru Kebebasan Beragama yang dikeluarkan pemerintah distrik Madhya Pradesh.

Untuk diketahui, dalam Undang-Undang baru mengenai Kebebasan Beragama yang diberlakukan pemerintah distrik Madhya Pradesh, pada butir mengenai konversi disebutkan bahwa setiap individu yang berniat konversi agama harus mendapat persetujuan dari negara setidaknya satu bulan sebelum berpindah agama.

Jika mereka yang dikonversi belum dewasa atau anggota kasta, maka yang bersangkutan akan dikenakan hukuman penjara hingga empat tahun dan denda 100 ribu rupee.

Anand Muttunggal menilai kebijakan yang dikeluarkan pemerintah distrik Madhya Pradesh sungguh mengada-ada dan tidak dapat diterima akal budi. "Tidak ada yang rasional dibalik membawa perubahan ini," tukasnya.

Peneliti Menemukan Rumah Sakit Kristen Berusia 1000 Tahun di Yerusalem

Peneliti Menemukan Rumah Sakit Kristen Berusia 1000 Tahun di Yerusalem

WEDNESDAY, 07 AUGUST 2013

Total View : 1167 times

Sebuah bangunan di Yerusalem terungkap sebagai rumah sakit yang berusia 1000 tahun, sejak perang salib. Berdasarkan sejarahnya, rumah sakit ini dibangun oleh seorang tentara Kristiani yang dulunya dikenal dengan nama Kinghts Hospitaller.
Bangunan yang sudah menjadi milik Wakaf Muslim tersebut, terletak di jantung Christian Quarter, dekat dengan David Street. Hingga tahun 2000, bangunan itu digunakan sebagai pasar buah dan sayuran yang ramai.
Ahli penggalian Amit Re"em dan Renee Forestini menyampaikan bahwa luas dari rumah sakit dapat diketahui dari dokumen sejarah pada zaman tersebut yang hampir semua berada di Latin. Ceritanya, rumah sakit ini dapat menampung 2000 pasien dan memiliki ruangan berbeda-beda sesuai dengan jenis penyakit pasien, seperti rumah sakit modern. Bahkan juga difungsikan sebagai panti asuhan. Para yatim piatu besar hingga dewasa di rumah sakit tersebut.
Kinghts Hospitaller, pendiri rumah sakit ini dikenal juga sebagai Raja St Yohannes yang pindah ke Malta setelah penaklukan Muslim. Ia juga dikenal sebagai Sovereign Military Order of Malta. Pada abad yang ke-19 Masehi, mereka pindah ke Roma. Kini rumah sakit bersejarah tersebut telah diperlihatkan kepada publik, setelah pihak pemerintah yang khusus menangani benda-benda Antik melakukan penelitian dan penggalian arkeologi.
Terungkapnya satu rumah sakit bersejarah Kinghts Hospitaller,semakin menambahkan deretan penemuan warisan sejarah peninggalan Kristiani sejak dulu. Sehingga dapat menambah pengetahuan akan sejarah Kristen

Putin Percaya Kekristenan Mengubah Tanah Air Rusia

Putin Percaya Kekristenan Mengubah Tanah Air Rusia

WEDNESDAY, 07 AUGUST 2013

Total View : 2053 times

Presiden Rusia Vladimir Putin menyatakan bahwa gereja bertanggungjawab dalam perkembangan dan munsulnya budaya dan pendidikan di Rusia selama 1000 tahun terakhir. Hal ini dinyatakannya dalam sebuah pertemuan dengan para pemimpin Kristen Ortodoks di Moskow pekan lalu.

"Penerapan Kekristenan menjadi titik balik dalam nasib tanah air kita (Rusia), membuatnya menjadi salah satu bagian tak terpisahkan dari peradaban Kristen dan membantunya berubah menjadi salah satu kekuatan terbesar di dunia," kata Putin.

Selain juga menyerukan agar para pemimpin politik dunia untuk menghentikan penganiayaan kekerasan bagi umat Kristen minoritas yang terjadi di banyak negara Timur Tengah, Putin mempercayai pengaruh positif gereja dalam kehidupan masyarakat dunia.

Putin banyak memberikan contoh bagaimana Gereja Ortodoks Rusia dapat berdiri sebagai jawaban dari masyarakat banyak mempertanyakan kebijakan-kebijakan publik. "saat ini ketika setiap orang mencari dukungan moral, jutaan dari saudara-sauadar kita melihatnya dalam agama. Mereka mempercayai kebijaksanaan dan pernyataan pastoral dari Gereja Ortodoks Rusia," tambah Putin.

Firman Tuhan adalah landasan hidup orang percaya yang beriman kepada Yesus Kristus. Siapapun yang hidup didalamNya akan menjadi penerang bagi dirinya dan juga orang sekitarnya.

Usia 8 Tahun, Anak ini Jadi Pengkhotbah

Usia 8 Tahun, Anak ini Jadi Pengkhotbah

SUNDAY, 11 AUGUST 2013

Total View : 1792 times

Samuel Green, pengkhotbah cilik berusia 8 tahun yang sudah berkhotbah di lebih dari 50 gereja pada Rabu kemarin tampil di acaranya sendirinya "The Simple Truth, Today Show" yang disiarkan NBC menceritakan tentang asal mula dirinya terjun sebagai pengkhotbah dan tujuan masa depannya dalam membantu anak-anak yang membutuhkan.

Green, yang berasal dari Jackson, Mississippi mulai berkhotbah sejak berumur 5 tahun setelah dirinya menghafal khotbah yang ditulisnya untuk disampaikan selama 15 menit di sekolah.  Joann Green, ibunya mengatakan dirinya menyadari bahwa anaknya diberikan karunia untuk berkhotbah setelah diundang untuk menjadi pembicara di gereja di Birmingham, Alabama. "Suamiku dan Saya sangat terkejut ketika mendengar Samuel berkhotbah tanpa catatan apapun," kata Joanne di acara Today Show.

Mentornya, Beverly Coleman, mengatakan keahlian Samuel dalam berkhotbah seperti siswa yang dua kali umurnya. Samuel mengaku bahwa kisah Ayub merupakan kisah favoritnya dalam Alkitab. "Dia kehilangan tanahnya, ternaknya, putera dan puterinya. Tetapi, Anda tahu apa yang dia lakukan? Ayub berlutut dan memuji Tuhan dan berkata, "Tuhan yang telah memberikan dan mengambil. Terpujilah nama Tuhan," kata Samuel. Samuel mengaku tidak gugup ketika dirinya berkhotbah. "Saya benar-benar tidak gugup karena Saya tahu Tuhan ada di belakang Saya," kata Samuel.

Selain Samuel, tercatat ada beberapa pengkhotbah cilik lainnya, seperti Kanon Tipton usia 4 tahun dan seorang anak lainnya asal Maryland usia 11 tahun. Tuhan mampu menggunakan siapa saja untuk memberitakan Injil, sampai anak-anak sekalipun. "Akan terjadi pada hari-hari terakhir--demikianlah firman Allah--bahwa Aku akan mencurahkan Roh-Ku ke atas semua manusia; maka anak-anakmu laki-laki dan perempuan akan bernubuat, dan teruna-terunamu akan mendapat penglihatan-penglihatan, dan orang-orangmu yang tua akan mendapat mimpi." (Kisah Para Rasul 2:17)

Pendeta di New York Pecahkan Rekor Dunia

Pendeta di New York Pecahkan Rekor Dunia

SUNDAY, 11 AUGUST 2013

Total View : 623 times

Selain menjadi seorang pemimpin jemaat, nampaknya pendeta Mark Temperanto juga mempunyai talenta besar dibidang musik. Hebatnya talenta musik-nya sebagai penabuh drum dapat memecahkan rekor Guinness World Records sebagai penabuh drum terbesar di dunia.

Temperanto yang merupakan pendeta jemaat Gereja New Life Family Church New York Amerika Serikat ini memecahkan rekor tersebut dengan 813 komponen pada drum. Dirinya berhasil mengalahkan rekor sebelumnya yang hanya menggunakan 450 komponen tambahan pada alat musik drum tersebut.
"Rekor baru saya saat ini resmi tercipta!!! Dengan 813 alat. Rekor itu saat ini dapat dilihat siapapun diseluruh dunia. Good Morning America (acara talkshow) menginginkan saya untuk tampil di acara mereka dan juga lainnya yang menghububgu untuk mewawancarai dan meminta saya tampil. Yesus adalah Tuhan!! Damai untuk semuanya.. RevM," begitu ungkapan Temperanto di laman facebook-nya.

Dalam melakukan rekor itu, Temperanto harus memukul semua komponen yang terdapat dalam drum baik dari posisi duduk atau berdiri. "Semuanya untuk KemulianNya. Katakan pada dunia bahwa Yesus mencintai mereka dan punya rencana indah untuk hidup mereka. Go, Pastor Mark!," ungkap Amy Speer yang berkomentar dalam status Temperanto.

Tuhan telah mengaruniakan pada kita masing-masing talenta yang unik dan beragam. Jika kita tekun didalamnya, tentu karya kita dapat menjadi teladan dan berkat bagi sesama. Masalahnya, maukah kita menggali lebih dalam dan konsisten didalamnya?