Jumat, 28 Maret 2014

Pemberontak Suriah Bebaskan Tawanan Biarawati

Pemberontak Suriah Bebaskan Tawanan Biarawati

MONDAY, 10 MARCH 2014

Total View : 694 times

Kelompok pemberontak Suriah akhirnya membebaskan 13 biarawati dan 3 petugas salah satu biara di kota Maaloula, sekitar 56 kilometer dari Damaskus bagian Utara. Mereka mendapatkan kebebasan setelah proses negosiasi antara pemerintah dan kelompok pemberontak.
Berdasarkan laporan dari pejabat setempat, para biarawati itu tengah menuju Libanon, dari sana pemerintah Libanon akan bekerja sama dalam proses pemulangannya ke Suriah. Kepala Biara Mar Taqla, Pelagia Sayaf, salah satu tawanan mengucapkan terima kasih kepada Presiden Bashar al-Assad lantaran telah mengupayakan pembebasan tersebut.
Selama ditawan, Sayaf dan biarawati lainnya mengaku diperlakuan dengan baik. "Kami tidak diganggu sama sekali. Tidak ada yang memaksa kami untuk menanggalkan salib kami," kata Sayaf.
Dalam penyambutannya, pemerintah Suriah telah mengirim Gubernur Damaskus Hafez Makhlouf, kerabat dari Presiden Assad menuju perbatasan dengan Libanon. Pembebasan tersebut dinilai sebagai keberhasilan proses negosiasi dengan kelompok pemberontak Suriah yang digelar pada Minggu (9/3) kemarin.
Kabarnya, para biarawati dalam kondisi baik, kecuali satu diantaranya terserang asma. Mereka diculik saat pasukan pemberontak memasuki kota Maaloula, kota kuno umat Kristiani di Suriah pada akhir tahun 2013 silam. Mereka diduga menjadi tawanan atas perlawanan terhadap pasukan pemerintah Suriah.

Doa Dalam Nama Yesus Mengundang Perdebatan

Doa Dalam Nama Yesus Mengundang Perdebatan

MONDAY, 10 MARCH 2014

Total View : 2114 times

Anggota dewan kota di Cuyahoga Falls Ohio Amerika Serikat (AS) dilaporkan menerima sebuah surat resmi yang dikirim oleh Freedom From Religion Foundation (FFRF) yang isinya menegaskan bahwa doa pada sebuah pertemuan yang diakhiri "Dalam Nama Yesus" melanggar konstitusi AS.

Pertemuan itu terjadi ketiwa rapat dewan kota akan dimulai. Biasanya rapat akan dibuka dengan sebuah puisi inspiratif, kutipan motivasi ataupun mengheningkan cipta. Namun sejak pendeta Terry Mader diangkat menjadi seorang ketua pemuka agama setempat, doa pembuka disajikan dalam cara Kristen yaitu mengakhiri doa dengan kata "Dalam Nama Yesus".

Ternyata beberapa warga dan juga anggota dewan yang menghadiri merasa tidak nyaman karena berbeda keyakinan. "ketika seseorang berdoa dalam cakupan publik dan mengakhiri doa "Dalam Nama Yesus", saya merasa diabaikan. Anda dapat mengatakan hal itu dalam hati, dan tidak menghilangkan kuasaNya," ungkap Sheryl Aronson, seorang warga yang mengakui dirinya berkeyakinan Yahudi.

Pendeta Mader sendiri enggan untuk menghentikan doanya, dirinya tetap berkeras akan berdoa "Dalam Nama Yesus" meskipun sudah ada beberapa anggota dewan yang meminta untuk menghentikan doa tersebut. "Kalau saya sebagai pemeluk Kristen, malu untuk menyebutkan NamaNya (Yesus), maka Dia pasti akan malu juga untuk mengenal saya dalam hubungan saya dengan Dia," katanya.

Setiap orang dapat mengekspresikan kedekatan dengan apa yang diyakininya secara bebas dan oranglain pun harus menghormatinya. Dalam konteks kebersamaan, akan lebih bijak jika ekspresi itu harus terlebih dahulu diberitahukan atau meminta izin agar orang lain yang tidak seiman dapat merasa dihargai.

FPI Ingin Pertemukan Islam dan Kristen dalam Dialog

FPI Ingin Pertemukan Islam dan Kristen dalam Dialog

SATURDAY, 08 MARCH 2014

Total View : 2630 times

Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Front Pembela Islam (FPI) Al-Habib Muhsin Ahmad Alattas Lc  mengajak umat Kristen dan Islam untuk melakukan dialog antar kedua agama ini. Menurut Habib, ada hal-hal yang belum diketahui orang Islam tentang kekristenan, seperti tidak tahu bahwa Kristen dan Katolik itu berbeda.

"Ke depannya, kita ingin supaya terjadi komunikasi (antara Islam dan Kristen, red.). Kalau perlu saya akan membuat satu tim dari FPI—para ustadz dan aktivis di FPI yang mempelajari ilmu teologi, untuk sekalian aja belajar ke sekolah teologia yang Bapak punya. Kita belajar tentang Kristen, bertanya. Tidak masalah," kata Habib dalam seminar dan bedah buku "Mengapa Kristen Ditolak?" di Jakarta, Jumat (28/2). Dalam acara tersebut hadir sejumlah tokoh Kristen seperti Ketua Umum PGLII (Persekutuan Gereja-gereja dan Lembaga-lembaga Injili Indonesia) Nus Reimas, Ketua Umum DPP ELHAM Posma Rajaguguk, MPH (Majelis Pekerja Harian) PGI (Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia) Novel Matindas, dan lain-lain.

Habib menilai dialog antara kedua agama ini penting untuk kanalisasi, mengingat baik Islam maupun Kristen sama-sama merupakan agama misi.

"Kira-kira bagaimana, bagus atau tidak?" tanya Habib kepada hadirin yang disambut dengan komentar "Bagus!"

Bagi Habib, tidak ada masalah jika Alkitab maupun Al-Quran dibedah secara tajam dan terbuka. Namun, pembicara dialog haruslah orang yang menguasai dalam bidangnya dan bersifat dewasa. Niscaya dialog tersebut menjadi wacana dan masukan sehingga umat beragama dapat menimba ilmu.

"Bapak-bapak, kalau ada apa-apa silakan datang ke FPI. Sekarang saya menjadi Ketua Umum menggantikan Habib Rizieq," ungkapnya.

Film 'Noah' Dilarang Tayang di Negara Arab

Film 'Noah' Dilarang Tayang di Negara Arab

SUNDAY, 09 MARCH 2014

Total View : 1766 times

Film religius terbaru Hollywood "Noah"mendapat larangan tayang di negara Arab sebelum dirilis pada 28 Maret 2014 nanti. Negara Arab mengaku anti terhadap negara Barat sejak tersiarnya berita akan figur dari Muhammad yang menghiasi media Eropa dan Amerika Utara.
"Qatar, Bahrain dan Uni Emirat Arab secara resmi mengkorfirmasi bahwa film ini tidak akan dirilis di negara mereka," kata pihak produksi Paramount Pictures, seperti dilansir Newsmax.com, Sabtu (8/3).
Pihak produksi menyampaikan, pemerintah negara tersebut beralasan bahwa konten film bertentangan dengan pengajaran agama mereka. Film ini menambah deretan tayangan yang dinilai sebagai penghinaan agama. Seperti tayangan sebelumnya, miniseri "Omar" (2012), gambar kartun Muhammad (2006) dan juga hadirnya Video Youtube amatir di California pada tahun 2012 yang semakin merenggangkan hubungan negara-negara Arab dengan Barat.
Kendati  mendapat penolakan di beberapa negara, film yang menghabiskan dana sebesar 125 Juta Dolar Amerika Serikat ini tetap dinilai penting, bernilai dan mengajarkan integritas yang dapat menguatkan iman jutaan orang di dunia. Film ini menceritakan tentang kesetiaan nabi Nuh akan perintah Tuhan yakni dengan membangun sebuah perahu raksasa sebelum terjadinya air bah.

Gereja-gereja Serukan Doa Bagi Ukraina

Gereja-gereja Serukan Doa Bagi Ukraina

THURSDAY, 06 MARCH 2014

Total View : 1283 times

Gereja-gereja diajak untuk menggelar doa bagi Ukraina yang saat ini tengah menghadapi kondisi krisis. Melalui Persekutuan Penginjil Eropa (EEA), gereja diajak untuk berdoa agar negara ini mendapat mujizat dan menemukan solusi untuk membuka jalan buntu atas konflik yang sedang terjadi.
Sementara warga Kristiani di Ukraina yang tampak hidup dalam cengkraman ketakutan, turut mengajak komunitas Kristen di seluruh dunia agar sama-sama berdoa dan berpuasa bagi keselamatan dan perdamaian negara mereka. "Ukraina cukup menderita. Banyak orang meninggal dan ribuan demonstran terluka. Dan saat ini ada kemungkinan terjadinya invasi, pendudukan, perang sipil dan terpecahnya negara," ujar pihak EEA, seperti dilansir Christiantoday.com, Selasa (4/3).
EEA menyatakan sebagian besar warga Ukraina tidak menghendaki perang dan timbul perpecahan. Upaya protes dari sejumlah demonstran selama berbulan-bulan itu akhirnya menjadi pemicu meledaknya tindakan anarkis dan menjatuhkan korban.
Meski kondisinya masih belum stabil, seluruh gereja di dunia tetap menyerukan bahwa perdamaian menjadi solusi terbaik. Perdamaian itu diharap dapat terjadi lewat doa bersama ini. Tak hanya pihak-pihak gereja, tetapi bagi setiap kita yang merasa prihatin dengan kondisi negara itu, mari dukung dalam doa agar Tuhan kiranya melawat para pemimpin-pemimpin negara dan rakyatnya.

Kondisi Kekristenan Di Cina Dinilai Sudah Membaik

Kondisi Kekristenan Di Cina Dinilai Sudah Membaik

MONDAY, 03 MARCH 2014

Total View : 1316 times

Rev. Paul Estabrooks dari Open Doors Kanada menyampaikan bahwa saat ini kondisi Kekristenan di Republik Rakyat Cina secara keseluruhan dapat dikatakan telah membaik, dibanding dengan gelombang penganiayaan yang mereka terima sejak era Revolusi Kebudayaan.

"Apakah Cina sudah bisa menerima Kekristenan? Jawabannya adalah ya dan tidak. Maksudnya adalah, Kekristenan tetap diakui namun hanya beberapa gereja saja yang boleh berdiri yaitu gereja yang mendapat restu resmi dari pemerintah," katanya dalam launching bukunya night of million miracles di STT Rahmat Emmanuel, Jakarta, Sabtu (2/3).

Paul menambahkan bahwa saat ini memang masih ada penganiayaan yang terjadi terhadap umat Kristen di negeri tirai bambu tersebut. Namun hal itu hanya datang dari beberapa daerah saja yang disebutkan pemimpinnya mempunyai sentimen tersendiri kepada Kekristenan.

"Saat ini penganiayaan di Cina hanya bersifat regional saja. Artinya penganiayaan ini datang dari pejabat-pejabat lokal yang sentimen terhadap Kekristenan. Namun diluar gereja resmi, yaitu gereja-gereja rumah memang banyak yang teraniaya," jelasnya.

Namun meskipun aniaya itu masih terjadi, Paul menyebutkan bahwa kini Cina telah lebih terbuka terhadap Kekristenan ketimbang dahulu kala, dimana dirinya beserta ke-19 sejawatnya dari Open Doors harus berjibaku untuk menyelundupkan satu juta alkitab berbahasa Cina pad1 1981, masa dimana Cina masih menutup diri pada pengajaran-pengajaran dari luar. "Alkitab memang hanya tersedia di gereja-gereja resmi pemerintah. Tapi, secara keseluruhan dapat dikatakan bahwa gereja di Cina sudah membaik."

Anwar Ibrahim Akui Isa Adalah Pembawa Damai

Anwar Ibrahim Akui Isa Adalah Pembawa Damai

TUESDAY, 04 MARCH 2014

Total View : 2068 times

Datuk Seri Anwar Ibrahim yang menjadi pemimpin oposisi Malaysia membenarkan dirinya pergi ke gereja Holy Family di Kajang, Selangor akhir Februari lalu. Pengakuan yang baru-baru ini terungkap dijelaskannya dengan gamblang bahwa dia berdoa kepada Yesus Kristus di gereja itu, meskipun Anwar adalah penganut Islam.

"Saya penganut Islam. Yesus adalah Isa. Bukan hanya Isa, saya mengatakan Isa Alaihissalam (Yesus pembawa damai)," ujarnya. Yesus yang adalah Isa memang dikenal umat Islam di dalam Al-Quran sebagai seorang nabi yang lahir bukan karena persetubuhan manusia dan akan menghakimi pada akhir jaman.

Karena itu, Anwar datang ke gereja dan melakukan dialog dengan umat Kristen untuk menjernihkan salah paham yang terjadi di antara umat Islam dan Kristen di negara tersebut. Anwar menjelaskan bahwa Islam menghormati setiap manusia dengan keragaman suku, ras, dan warna kulitnya.

Namun tetap ada pihak-pihak yang tidak senang. Dia menerima hujan kritik dari kelompok sayap kanan Malaysia, namun Anwar tidak ambil pusing. "Kunjungan saya ke gereja bukan sesuatu yang baru. Saya sudah melakukannya sejak saya berkecimpung di Gerakan Pemuda Islam Malaysia," ujar Anwar saat memberikan kuliah maghrib di Surau Al-Muqaddis, Kajang, Senin malam (3/3/2014) waktu setempat.
Selain itu, dia juga menuding Putrajaya membiarkan kebencian dan kekerasan terjadi agar damai dan harmonis tenggelam. Dia juga menyesalkan sejumlah media yang keliru memberitakan tentang kunjungannya ke gereja. Sebagai tambahan informasi, Anwar merupakan kandidat dari Partai Keadilan Rakyat (PKR) yang dijagokan dalam pemilihan legislatif yang akan berlangsung pada Maret ini. Seharusnya memang damai dan harmonis antar umat beragama di manapun tercipta dan bukan saling membenci.