Senin, 11 November 2013

Ketua PGI : Indonesia Sedang Alami Persoalan Nasionalisme

Ketua PGI : Indonesia Sedang Alami Persoalan Nasionalisme

TUESDAY, 22 OCTOBER 2013

Total View : 751 times

Ketua Umum Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia, Andreas Anaguru Yewangoe, memandang Indonesia kini sedang dalam persoalan nasionalisme yang serius. Ia memandang jika ini tidak kunjung ditangani dengan baik maka hal tersebut bisa berpotensi mengakibatkan terjadinya disintegrasi bangsa.
"Persoalan GKI Yasmin bukan persoalan umat Kristiani, akan tetapi persoalan bangsa ini. Bila ada semangat nasionalisme, tidak mungkin terjadi penutupan GKI Yasmin, kekerasan pada Syiah dan Ahmadiyah," ujar Yewangoe di gedung Baptis, Jakarta, Selasa (22/10).

Yewangoe pun mengkritik politik yang dijadikan sumber penghidupan para elit. Menurutnya, politik harusnya menjadi garam dan terang Allah dalam mewujudkan kesejahteraan bangsa.

"Berdasarkan survei, masyarakat memandang Pemilu tidak bermanfaat bagi bangsa. Ini harus menjadi cambukan bagi para politisi yang ingin maju ke Senayan. Lebih baik kita melakukan katarsis, menyakiti diri sendiri untuk sebuah perubahan," pungkasnya.
Yang dapat membuat Indonesia kuat dan maju adalah ketika segenap rakyatnya bersatu padu dan bersama-sama berkarya membangun wilayah nusantara dengan kemampuan yang dimiliki masing-masing. Jika memang ini adalah harapan kita semua maka mari kita mewujudkannya dengan hidup harmonis.

Lagi, Kelompok Intoleran Pasang Spanduk Tolak Ibadat Jemaat Santa Bernadette

Lagi, Kelompok Intoleran Pasang Spanduk Tolak Ibadat Jemaat Santa Bernadette

TUESDAY, 22 OCTOBER 2013

Total View : 1357 times

Spanduk penolakan terhadap kehadiran gereja Katolik Santa Bernadette di Sudimara, Kecamatan Pinang, Tangerang terpasang di sekitar gereja. Ini merupakan buntut dari aksi penolakan yang sebelumnya terjadi pada September 2013 lalu.  
Adapun spanduk tersebut mengatasnamakan sebuah kelompok serta mengandung kecaman. Tertulis, "Pemberitahuan. Bagi jemaat Katolik Bernadeth, dilarang melakukan kegiatan peribadatan di wilayah Sudimara Pinang Kecamatan Pinang. Forum Umat Islam Sudimara Pinang Bersatu," seperti dilansir dari postingan foto akun Facebook Bunda Maria Santa Perawan Suci, Senin (21/10).
Sejumlah kalangan Kristen mengaku kecewa atas pernyataan tersbeut, sebab dinilai telah menyimpang dari paham toleransi dan kebebasan beragama di Indonesia.
"Ini adalah sebuah ironi di tengah negara yang presidennya mendapatkan award toleransi beragama. Yang selalu kita banggakan bahwa Indonesia adalah negara yang sangat toleran bukan intoleran," seperti ditulis dalam postingan Facebook Bunda Maria Santa Perawan Suci, Senin (21/10).
Sebelumnya gereja tersebut disegel oleh kelompok intoleran pada Minggu (22/9) silam. Saat itu, massa mengecam gereja agar menghentikan pembangunan gereja yang masih belum rampung. Sayangnya, hingga kini aparat kepolisian masih belum bertindak tegas terhadap aksi tersebut.
Problematika beragama di Indonesia tampaknya sudah semakin serius. Pemerintah harusnya tidak pangku tangan dan melakukan pembiaran konflik yang semakin keruh.

Lukisan Perjamuan Terakhir Ala China Pecahkan Rekor

Lukisan Perjamuan Terakhir Ala China Pecahkan Rekor

SATURDAY, 19 OCTOBER 2013

Total View : 1210 times

Sebuah lukisan cat minyak karya pelukis China, Zeng Fanzhi memecahkan rekor sebagai lukisan termahal dalam dunia lukis kontemporer Asia. Lukisan ini terjual senilai $23,3 juta AS (sekitar Rp 250 miliar) saat dilakukan lelang Sotheby, Hong Kong. Harga awal dipatok $9 juta. Rekor termahal karya seni sebelumnya dipegang oleh patung karya Takashi Murakami dari Jepang yang terjual seharga $15 juta (Rp 160 miliar) di New York pada 2008 yang lalu.

Lukisan itu dijual oleh kolektor asal Swiss, Guy dan Myriam Ullens de Schooten yang membelinya di Galeri Beijing pada 2012 lampau. Lukisan yang dibuat 2011 ini adalah perekaan ulang karya masterpiece seniman Italia Leonardo Da Vinci, The Last Supper atau juga disebut sebagai Perjamuan Terakhir, perjamuan yang menggambarkan Yesus dengan 12 murid-Nya, sebelum kemudian Dia dikhianati oleh Yudas.

Namun, ada yang berbeda dengan lukisan ini. Lukisan selebar 4 meter yang dibeli oleh seorang kolektor yang tak mau disebut namanya hanya 15 menit setelah pembukaan penawaran melalui lelang ini tidak terlihat seperti lukisan Da Vinci. Dalam lukisan Zeng, figur Yesus diganti oleh seorang pemuda komunis yang menggunakan dasi merah. Figur Yudas menggunakan pakaian Barat dengan dasi kuning.

"Lukisan itu menggambarkan periode transformasi di masyarakat China," ujar Kepala Seni Kontemporer Asia di Sotheby, Evelyn Lin pada awal Oktober lalu. Menurutnya lagi, harga yang didapat lukisan itu menunjukkan pasar seni di China sangat sehat.

Penggambaran sebuah karya seni dapat mempunyai makna yang luas. Sama seperti lukisan Perjamuan Terakhir yang punya makna mendalam bagaimana Yesus mengadakan perjamuan terakhir-Nya, begitu pula lukisan Zeng ini. Gambaran yang diberikan terkadang lebih jelas dari banyak kata-kata.

Protes Korupsi, Gereja Bunyikan Lonceng

Protes Korupsi, Gereja Bunyikan Lonceng

SUNDAY, 20 OCTOBER 2013

Total View : 756 times

Gereja-gereja di Filipina nampaknya bersatu hati dengan tuntutan masyarakat agar setiap pejabat yang berada di pemerintahan untuk menghentikan setiap tindak korupsinya. Karena itulah gereja-gereja melakukan aksi membunyikan lonceng selama beberapa menit pada Jumat (11/10) siang, sebagai tanda protes terhadap korupsi.

"Saat mereka mendengar lonceng berdetang mereka tidak dapat menyangkal lagi tentang seruan rakyat untuk dihapuskan  skema dana tersebut," ungkap Pastor Ben Alforque  dari Aliansi Gereja Rakyat Terhadap "Pork Barrel".

"Pork Barrel" sendiri adalah Dana Prioritas Bantuan Pembangunan yang pada kenyataannya diberikan kepada anggota legislator (DPR). Untuk itulah berbagai organisasi dan warga negara biasa telah menggelar protes dalam beberapa pekan terakhir untuk menekan pemerintah agar menghapusnya.

Tidak lupa Pastor Alforque juga mengajak masyarakat untuk bersatu hati mendoakan anggota parlemen dan Mahkamah Agung agar "Pork Barrel" dihapuskan. "Allah memanggil kita kepada-Nya, oleh karena itu kita harus kembali kepadaNya dan meminta para pemimpin negara kita untuk bertobat," katanya.

Gereja Sabah : Pelarangan Kata 'Allah' Picu Larangan Lain

Gereja Sabah : Pelarangan Kata 'Allah' Picu Larangan Lain

WEDNESDAY, 16 OCTOBER 2013

Total View : 1320 times

Pemerintah Malaysia meresmikan bahwa penggunaan kata "Allah" hanya bisa dilakukan oleh umat Islam di sana. Namun, gereja di Sabah, Malaysia mengkuatirkan akan ada hal lainnya yang menyertai hal ini. Mereka cemas bahwa aturan tersebut bisa memicu pelarangan lainnya.

"Saya sangat tidak bisa menerima melihat apa yang sudah umum dipraktekkan oleh gereja di Sabah dan Sarawak selama ratusan tahun berubah karena aturan pemerintah," ujar Uskup Thomas, seperti dikutip The Star. Hal itu dikuatirkan warga bisa melakukan pelanggaran hukum massal hanya karena ingin menjalankan perintah agamanya.

Berdasarkan informasi dari Uskup Thomas, sekitar 1,6 juta warga Melayu Kristen di Sabah dan Sarawak menggunakan bahasa Melayu setiap berdoa di gereja. "Melarang penggunaan kata "Allah" akan membuat mereka tak ubahnya sebagai pelanggar hukum di negara yang mereka anggap sebagai tanah kelahiran," tambahnya.

Atas pelarangan penggunaan kata "Allah" ini, media Katolik Malaysia, The Herald mengajukan banding atas pelarangan tersebut. Menurut hakim Federal Datuk Seri Mohamed Apandi Ali yang memimpin tiga panel hakim mengatakan kepada The Herald bahwa penggunaan kata "Allah" ini tidak membatasi hak konstitusional di gereja Malaysia manapun.

Dilihat dari sejarah, penggunaan kata "Allah" oleh umat Kristen memang hal yang biasa dan lumrah dilakukan bahkan sejak dahulu kala. Pelarangan ini tentunya membuat perbedaan seolah-olah Tuhan itu banyak, padahal Dia hanya ada satu dan satu-satunya Allah di muka bumi ini.

Umat Lintas Agama Bentuk Rantai Manusia di Depan Gereja Pakistan

Umat Lintas Agama Bentuk Rantai Manusia di Depan Gereja Pakistan

MONDAY, 14 OCTOBER 2013

Total View : 1061 times

Sebagai bentuk perlawanan atas aksi kekerasan terhadap komunitas Kristiani dan respon pada peristiwa bom bunuh diri di Gereja All Saints di Peshawar 22 September lalu, sekitar 300 orang dari lintas agama seperti Islam, Kristen, dan Hindu saling bergandengan tangan membentuk rantai manusia di depan Our Lady of Fatima Church, sebuah gereja yang terletak di Sector F-8/4, ibukota Islamabad, Pakistan, Minggu (13/10).
"Mereka yang menebar ketakutan dan kekerasan telah salah paham terhadap kesejatian ajaran Islam," ujar salah satu ulama yang berpartisipasi dalam gerakan itu, Maulana Hassan, seperti dimuat The Express Tribune, Senin (14/10).

Di tempat dan waktu yang sama, wakil ketua Hindu Rights Movement, Ashok Chand dan Pendeta Rahmat Michael Hakim mewakili kelompok Kristen menyuarakan akan pentingnya perdamaian dan toleransi.

Sementara itu, salah seorang jemaat gereja, Rubina Teressa mengaku dirinya begitu ketakutan setelah peristiwa ledakan bom di Peshawar.

"Kami beribadah seminggu sekali," ujar dia menahan tangis. "Tak seharusnya umat pergi beribadah sambil berpikir, itu akan menjadi saat terakhirnya."

Seperti diberitakan media-media setempat, pengeboman Gereja All Saint disebut sebagai serangan terburuk pada umat Kristiani di Pakistan. Sebab, peristiwa itu mengakibatkan lebih dari 80 jemaat tewas dan 150 lainnya cedera.

Di saat kelompok intoleran melakukan aksi terorisme maka di saat itulah setiap umat beragama harus bersatu padu. Sebab sesungguhnya yang mereka lakukan adalah memberi rasa tidak nyaman dan aman kepada seluruh rakyat tanpa terkecuali.

Terlilit Utang, Gereja Jual Sejumlah Aset Berharganya

Terlilit Utang, Gereja Jual Sejumlah Aset Berharganya

FRIDAY, 11 OCTOBER 2013

Total View : 852 times

Lebih dari 50 aset berharga milik Uniting Church di Victoria, Australia yang ditaksir seharga 100 Juta dollar akan dijual lantaran terlilit utang yang ditinggalkan oleh salah satu perguruan tinggi gereja.
Kebangkrutan Acacia College tahun lalu, meninggalkan utang senilai 36 Juta dollar. Setelah beroperasi selama dua tahun, sekolah ini pun akhirnya harus ditutup. Dengan itu, Uniting Church harus menjual barang berharga gereja berupa lahan kosong, gereja dan juga lapangan tenis dan perumahan demi melunasi utang tersebut hingga Desember 2014 mendatang.
Sebanyak lima gereja di pusat kota Victoria sudah diputuskan akan digadaikan, termasuk didalamnya Gereja St Andrew di Ballarat, yang merupakan gereja peninggalan pada tahun 1860. Selain itu, dua gereja di Barkley St dan Pleasant Street, satu gereja di Golden Square, Bendigo serta Gereja St George di Melbourne juga termasuk dalam daftar penjualan.
Setidaknya sebanyak 14 kompleks gereja yang akan terkendala akibat penjualan tersebut, namun pihak gereja mengatakan akan segera melakukan relokasi. "Kami akan bekerja keras dan mendukung semua (gereja) yang terkena dampaknya. Gereja dan lembaga yang terkena dampak akan menerima dana pengganti dan dana relokasi," kata Sekretaris Umum Uniting Church Mark Lawrence, seperti dilansir News.com.ua, Kamis (10/10).
Diketahui bahwa kebangkrutan Acacia College yang masih berusia sangat muda tersebut diakibatkan oleh managemen keuangan yang tidak baik. Dengan itu, menjadi sangat penting bagi sejumlah gereja yang juga bergerak dalam bidang pendidikan untuk kembali diingatkan tentang penerapan kebijakan dalam penataan keuangan.