Senin, 11 November 2013

Unik, Kirim Alkitab Lewat Balon Raksasa ke Korea Utara

Unik, Kirim Alkitab Lewat Balon Raksasa ke Korea Utara

Unik, Kirim Alkitab Lewat Balon Raksasa ke Korea Utara

Related Articles

  • No related articles yet

MONDAY, 11 NOVEMBER 2013

Total View : 7 times

Kelompok Kristen Seoul USA yang berbasis di Colorado melakukan misi pengiriman Alkitab ke Korea Utara dengan menggunakan balon raksasa. Kelompok yang dipimpin oleh Pendeta Eric Foley ini mengirimkan sekitar 50 ribu keping Alkitab dan buku kesaksian ke daerah rawan konflik tersebut.
Alkitab dimasukkan ke dalam balon berjenis hidrogen dan dilepaskan ke udara. Biasanya dilakukan pada musim badai atau angin yang sedang bertiup kencang. Pergerakan balon ini pun dipantau dengan menggunakan teknologi GPS untuk memastikan pendaratan balon-balon tersebut.
Misi ini sebelumnya dilakukan bulan Mei-Oktober 2013 lalu dari perbatasan antara Korea Utara dan Korea Selatan. Balon berisi Alkitab ini diharap dapat ditemukan oleh penduduk setempat.
Setelah menjalankan misi ini selama tujuh tahun, Pendeta Foley mengaku bahwa setiap kali melepaskan balon, dirinya selalu merasa tersendat dan menyaksikan balon beterbangan. Ia menegaskan bahwa ini adalah cara penjangkau terhadap masyarakat di Korea Utara yang menolak keras kehadiran Alkitab.  
"Ini adalah distorsi Kristen. Dan cara terbaik untuk menjangkau mereka adalah melalui pola pikir dan pengetahuan," ujarnya, seperti dilansir Dailymail.com, Sabtu (9/11).
Meskipun tindakan ini illegal, namun tampaknya kelompok ini tetap getol menjalankan misi penjangkaunya. Ia menyadari bahwa Kristen Korea Utara adalah orang-orang yang mengalami ancaman atas imannya.
Beragam cara dapat dipakai untuk menyampaikan firman Tuhan kepada banyak orang baik atau tidak baik kondisinya, dan salah satunya adalah cara unik yang dilakukan oleh kelompok Seoul USA ini.

Kementerian Agama Siapkan Hari Kerukunan

Kementerian Agama Siapkan Hari Kerukunan

MONDAY, 11 NOVEMBER 2013

Total View : 124 times


Dengan tujuan untuk menguatkan kerukunan antar umat beragama dan bisa menjangkau lapisan masyarakat terbawah, Kementerian Agama menyatakan bahwa kini tengah menyiapkan untuk mencanangkan Hari Kerukunan yang bertepatan dengan kelahiran kementerian itu pada 3 Januari 2014.

Hal itu disampaikan oleh Sekjen Kementerian Agama Bahrul Hayat yang mengatakan bahwa merawat kerukunan harus dilakukan secara berkelanjutan, seusai menghadiri Silaturrahim Forum Kerukunan Umat Beragama (Silatnas FKUB) IV, 10-12 November 2013, di Jakarta, Senin (11/11).

Bahrul Hayat mengemukakan, dalam kaitan menyambut hari kerukunan itu pihaknya tiap pekan menggelar berbagai kegiatan di berbagai daerah, mulai dari gerak jalan dan kegiatan sosial lainnya. Kegiatan itu sudah berlangsung dalam beberapa pekan lalu, dimulai di Semarang.

Puncaknya pada acara hari amal bakti Kementerian Agama, 3 Januari 2014. Penetapan Hari Kerukunan memiliki nilai penting, karena itu harus didukung dengan gerakan massal. Kerukunan harus sampai pada grass root community (kelompok akar rumput). Hal itu harus menjadi spirit hidup rukun.

Pancasila, Civil Religion Yang Dapat Naungi Semua Agama

Pancasila, Civil Religion Yang Dapat Naungi Semua Agama

WEDNESDAY, 06 NOVEMBER 2013

Total View : 441 times

Teolog Jerman dan mantan Sekretaris Jenderal Dewan Gereja-gereja Dunia, Konrad Raiser mengatakan bahwa Indonesia adalah salah satu negara yang dapat menjadi model dimana setiap agama dapat berdampingan untuk menyelesaikan suatu masalah.

"Saya pernah mengunjungi negara Anda dan bertemu alm. Presiden Abdurrahman Wahid maupun tokoh-tokoh dari gereja di Indonesia. Dan saya melihat, kerja sama yang sudah dibangun di Indonesia dalam mengembangkan civil society di mana alm. Presiden Wahid jadi salah satu tokoh utamanya, merupakan model yang sangat penting," katanya seperti dirilis Satuharapan.com, Jumat (1/11).

Raiser melihat bahwa Indonesia mempunyai landasan negara yang begitu penting yaitu Pancasila yang dipercaya dapat menjadi pemersatu semua warga beragama dan berkeyakinan.

"Dan negara Anda memiliki Pancasila yang, bagi saya, seperti sebuah civil religion yang dapat menaungi semua agama dan kepercayaan. Itu sangat mengesankan bagi saya dan merupakan sumbangan penting yang dapat memberi kerangka bagaimana agama-agama, termasuk di dalamnya gereja, saling bekerja sama secara positif."


Din Syamsuddin Sampaikan Pesan Umat Islam di Sidang Dewan Gereja

Din Syamsuddin Sampaikan Pesan Umat Islam di Sidang Dewan Gereja

THURSDAY, 07 NOVEMBER 2013

Total View : 1102 times

Dalam Sidang Raya Dewan Gereja Sedunia ke-10 (The 10th Assembly of World Council of Churches) di Busan, Korea Selatan, Selasa (5/11), Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Din Syamsuddin menyampaikan pidato yang diakuinya sebagai pesan dari umat Islam.

Menurut Din saat ini situasi dunia masih diliputi ketiadaan damai (the absence of peace). Ketiadaan damai itu adalah kemiskinan, kebodohan, keterbelakangan, kesenjangan, ketidakadilan, kekerasan, konflik, dan perang. "Maka agama-agama harus berperan sebagai pemecah masalah. Oleh karena itu agama-agama perlu menampilkan misi profetiknya," kata Din.
Dalam sidang yang diselenggarakan tujuh tahun sekali dan, dihadiri sekitar 3.000 tokoh gereja Kristen Protestan berasal dari berbagai negara itu, Din mengajak agar agama-agama harus menyelesaikan masalah-masalah dirinya, baik internal maupun eksternal, dengan agama-agama lain. "Perlu diintensifkan dialog inter dan intra agama," katanya.

Ketua Umum PP Muhammadiyah itu juga menyampaikan relasi antara Islam dan Kristen sebagai dua agama Ibrahim yang memiliki perbedaan tetapi juga persamaan. Menurut dia, saat ini waktunya untuk mengutamakan persamaan-persamaan dan tidak membesar-besarkan perbedaan.

Gereja Diajak Dampingi Umat Muslim Dalam Pertarungan Internalnya

Gereja Diajak Dampingi Umat Muslim Dalam Pertarungan Internalnya

TUESDAY, 05 NOVEMBER 2013

Total View : 533 times

Teolog Jerman dan mantan Sekretaris Jenderal Dewan Gereja-gereja Dunia, Konrad Raiser melihat bahwa saat ini sedang terjadi pertarungan internal di dalam tubuh masyarakat Muslim sendiri seperti yang terjadi di wilayah Timur Tengah dan di wilayah-wilayah Islam lainnya.

Untuk itu Raiser melihat bahwa dalam pergolakan yang sekarang terjadi, maka gereja-gereja harus mendampingi umat Muslim pertarungan itu. "Pertarungan internal itu, setahu saya, sudah berlangsung sejak abad ke-19 ketika Islam ditantang oleh masuknya pengaruh dunia modern ke dalam kehidupan sehari-hari," katanya di Busan, Korea Selatan.

"Saya kira itu merupakan kewajiban gereja dan umat Kristen, yakni menemani kaum Muslim dalam pertarungan internal mereka, alih-alih mencap mereka sebagai "fundamentalis" yang hanya akan makin menyisihkan mereka," tambahnya.

Menjadi peran kita bersama sebagai satu gereja yang mengasihi sesame untuk mendampingi siapapun yang tengah dilanda kesusahan terutama dalam konflik panjang seperti di Suriah yang tiada ujungnya.

Kristen Israel Desak Negara Bentuk Kurikulum Sekolah Resmi

Kristen Israel Desak Negara Bentuk Kurikulum Sekolah Resmi

MONDAY, 04 NOVEMBER 2013

Total View : 916 times

Kristen Israel meminta pemerintah untuk membentuk kurikulum sekolah resmi. Pasalnya, banyak pemuda Kristen yang tengah mengikuti pendidikan sebagai tentara Israel di sekolah-sekolah Arab hanya sekedar mendapat pembelajaran sejarah bangsa Israel dan ajaran agama lain.
Seperti yang dituliskan di halaman Facebook dari forum pendaftaran Kristen Israel, sejumlah pemuda mengakui bahwa sekolah-sekolah Arab hanya mengajarkan mereka seputar sejarah Israel dan agama lain. Sementara pembelajaran seputar sejarah kekristenan tidak pernah sama sekali.
Dengan itu, forum tersebut menyampaikan proposal permohonan pembentukan resmi kurikulum sekolah Kristen Israel melalui Departemen Pendidikan. Namun tak tertutup kemungkinan banyak pihak akan menentang dan menyatakan harus menerima kurikulum yang ada.
Pendeta Gabriel Nadaf, salah satu pemimpin pembentukan kurikulum baru ini mengatakan, adalah kesalahan besar bila menyamakan Kristen sebagai orang Arab, pasalnya Komunitas Kristen sudah ada sebelum penaklukan Muslim Arab.
Pendidikan agama dan sejarah memang sangat penting dalam membentuk pola pemikiran maupun pengetahuan para pelajar. Idealnya, setiap warga negara sekalipun berbeda keyakinan seharusnya mendapatkan hak yang sama dalam berbagai aspek termasuk pendidikan.

Patung Yesus Kristus Didirikan Di Suriah

Patung Yesus Kristus Didirikan Di Suriah

WEDNESDAY, 30 OCTOBER 2013

Total View : 1749 times

Ditengah berkecamuknya perang saudara yang mengakibatkan konflik berdarah di Suriah, semangat kepada jalan perdamaian kembali lahir setelah sebuah patung perunggu Yesus Kristus didirikan di puncak gunung dekat kota Saidnaya.

Patung Yesus Kristus dengan tema "Aku Datang untuk Menyelamatkan Dunia" ini digagas oleh Yury Gavrilov (49), seorang Moskow yang memimpin organisasi berpusat di London, St Paul and St George Foundation. Dengan tinggi 39 meter, patung ini lebih tinggi daripada patung Kristus Penebus di Rio de Janeiro, setinggi 38 meter.

"Kami berharap pendirian patung ini bakal membawa perdamaian dan kasih di hati orang-orang. Dan, karya kami akan membantu memulihkan perdamaian dan ketenangan di wilayah ini yang telah lama menderita," kata Direktur St Paulus and St George Foundation, Samir el-Gadban kepada Komsomolskaya Pravda.

Dalam mewujudkan perdamaian, setiap kita perlu menggunakan berbagai instrumen seperti salah satunya melalui karya seni. Setiap kali patung Yesus Kristus didirikan dimananpun, harapan terwujudkan perdamaian dan berkat selalu hadir untuk mengingatkan kita bersyukur kepada Yesus Sang Juruselamat manusia.