Jumat, 02 Januari 2015

Pelukan Kasih yang Menggetarkan Hati Dunia

Pelukan Kasih yang Menggetarkan Hati Dunia

 Fri December 5th, 2014
 966

Sebuah gambar yang diabadikan oleh seorang fotografer, Johnny Nguyen sontak menggetarkan hati dunia. Potret penuh makna ditengah ketegangan dan kerusuhan yang melanda kota Ferguson, Amerika Serikat. Seorang aparat kepolisian kulit putih memeluk erat seorang remaja kulit hitam, Devonte Hart (12)  yang menangis terisak seperti tampak dalam gambar.
Gambar itu seolah menjadi pesan damai ditengah ketidakadilan yang dirasakan kulit hitam ketika mendapati pelaku penembakan remaja kulit hitam Michael Brown, dibebaskan dari tuntutan. Nguyen menangkap gambar ini saat situasi ricuh, Selasa (25/11) di Portland, Oregon.
Saat itu, si bocah Devorte berdiri menangis sedih sembari memegangi poster bertuliskan ‘Free Hugs’ (pelukan gratis, red). Kemudian anggota kepolisian Portland, Sersan Bret Barnum mendekati Hart dengan merentang kedua tangan dan memeluknya.
Sang ibu yang juga berada dekat kejadian mengaku bahwa momen itu seperti hujan ditengah gurun. “Ia (sersan Bret Barnum) bertanya mengapa Devorte menangis. Ia menjawab prihatin dengan tingkat kebrutalan polisi terhadap anak-anak muda kulit hitam,” tutur sang ibu.
Lalu sersan menjawab, “Ya. Saya tahu, saya minta maaf. Maafkan saya”. Kemudian sersan bertanya apakah ia berhak mendapat sebuah pelukan dari sang bocah. Dan anak remaja itu tampak tidak menolak lalu adegan mengharukan itupun terjadi.
Sersan Barnum mengatakan, ia mendekatinya bukan sebagai petugas kepolisian, namun sebagai sesama manusia. Hatinya terenyuh melihat bocah itu menangis. Meski awalnya kelihatan canggung, namun keduanya berbagi cerita tentang perjalanan, liburan dan sekolah.
“Situasi seperti ini dihadapi aparat setiap harinya saat mereka di jalanan dan melakukan kontak dengan warga negara,” kata sersan Barnum.
Gambar itu lalu dipublikasikan oleh Harian Oregonian di media online. Tak lama kemudian, foto itu mendapat banyak tanggapan dan menyebar luas. “Dalam hatiku aku yakin, inilah yang diinginkan semua orang, menemukan kebaikan bersama dan menemukan hal yang menyatukan kita semua, bukan perbedaan yang membuat kita saling memusuhi,” tulis seorang komentator di Facebook.
Sebagai fotografer, Nguyen menuturkan, hujanan komentar terkait gambar itu membuktikan bahwa banyak orang yang terus memberi harapan dan keyakinan terhadap kemanusiaan. “Pesan itu adalah sesuatu yang istimewa. Mengandung pesan yang diharapkan setiap orang,” tuturnya.
Kita tahu bahwa pelukan hangat dan penuh kasih mampu memulihkan dan mendamaikan. Sama seperti apa yang dilakukan oleh sersan Barnum kepada Devorte ditengah konflik yang tengah berkecamuk di Ferguson. Mari membuka lebar kedua tangan kita dan mempersilahkan setiap orang-orang yang butuh topangan dan kekuatan mendapatkan pelukan kasih.
Sumber : Cbsnews.com/Liputan6.com/ls

Tuhan Mengawasi di Tengah Tragedi

Tuhan Mengawasi di Tengah Tragedi

 Fri January 2nd, 2015
 181

Mungkin kita pernah mendengar, seorang kepala sebuah perusahaan besar selamat dari tragedy penyerangan gedung WTC “9/11” di New York karena mengantarkan anaknya yang baru masuk taman kanak-kanak. Sementara teman yang lain masih hidup karena tiba gilirannya untuk membawa donat.
Seorang wanita terlambat datang karena jam alarmnya tidak tepat waktu. Lalu yang lain terlambat karena terjebak arus lalu-lintas karena ada kecelakaan mobil. Yang lain lagi, terlambat karena ketinggalan bus.
Orang lain lagi menumpahkan makanan di pakaiannya, sehingga ia harus menghabiskan waktunya untuk berganti pakaian. Yang lain lagi, terlambat karena mobilnya tidak mudah dinyalakan. Sementara yang lain, harus masuk rumah lagi untuk menjawab telepon.
Karyawan lain memiliki seorang anak yang lelet sehingga ia pun tidak bisa siap sesegera mungkin. Seorang yang lain tidak bisa segera mendapatkan taksi.
Salah seorang yang menurut kisahnya mengenakan sepasang sepatu baru di pagi itu, ternyata kakinya lecet sebelum sampai di kantor. Akhirnya ia pergi ke toko obat untuk membeli plester. Itulah mengapa ia masih hidup hari ini.
Dan, kini ketika kita terjebak dalam lalu lintas, atau ketinggalan lift, atau kembali ke rumah untuk menjawab telepon, hal-hal yang sebenarnya sangat mengganggu. Kita berpikir sendiri, inilah saat persis di mana Tuhan ingin kita berada saat ini.
Lain kali pagi kita seperti ada yang salah, entah anak-anak lambat berpakaian, kita tidak menemukan kunci mobil, kita terhambat lampu lalu lintah, jangan marah atau frustasi. Karena pada saat itu Tuhan sedang bekerja mengawasi kita.
Tuhan terus memberkati kita dengan semua hal-hal kecil yang mengganggu. Kita mungkin akan mengingatnya dan menghargai tujuannya.
Sumber : Intisari-Online.com/jawaban.com

Jumat, 12 September 2014

pemerintah jakarta menuju era tanpa uang tunai, apakah ini tanda akhir jaman semakin dekat ?

JAKARTA, KOMPAS.com — Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama atau biasa disapa Ahok mempercepat beberapa program unggulan Ibu Kota dalam sisa tiga tahun pemerintahannya. Salah satunya adalah penerapan transaksi non-tunai di Pemprov DKI. 

Misalnya, pembayaran retribusi pedagang kaki lima (PKL), penghuni rusun, electronic road pricing (ERP), pembayaran tarif transjakarta, dan gaji penyapu jalan. [Baca: Ini Program Prioritas Sisa Tiga Tahun Pemerintahan Ahok]

"Semua program seperti ERP dan transaksi non-tunai saya targetkan (terealisasi) sempurna tahun 2016. Tahun 2015 mulai diuji coba, 2016 (program berjalan) sempurna, dan tahun 2017 saya bye-bye, sudah enggak di Jakarta lagi, semua (program) sudah beres," kata Basuki, di Plaza Mandiri, Jakarta Selatan, Jumat (12/9/2014). 

Pemprov DKI kini menjadi model pelaksanaan transaksi non-tunai. Basuki berharap, ke depannya, tak ada lagi pejabat yang menarik uang tunai dengan jumlah besar. Hal ini untuk mengantisipasi adanya praktik suap-menyuap. 

Basuki menilai, transaksi non-tunai juga membantu perbaikan sistem dan pengelolaan transjakarta, seperti mengetahui jumlah penumpang perempuan dan laki-laki, atau koridor mana yang paling ramai dan sepi penumpang. 

"Ternyata, melalui e-money, Bank Mandiri membangun sistem yang dapat mendata seluruh informasi yang kita butuhkan. Dengan demikian, bisa ketahuan trayek mana yang ramai dan perlu kita tambah busnya, serta memberikan pelayanan terbaik buat semua warga Jakarta," kata Basuki.

Lebih lanjut, setelah PT Transjakarta mengelola transjakarta dan bus kota lain, sistem setoran tidak akan diterapkan lagi. Dengan demikian, tidak ada lagi bus kota yang berhenti di pinggir atau tengah jalan. 

"Light rail transit juga akan kami mulai tahun depan. Saya harap ada pihak swasta yang tertarik (membangun LRT) dan tiga tahun bisa selesai. Transjakarta juga akan kami tambah 850 unit tahun depan. Program transportasi ini dipercepat sambil menunggu MRT beroperasi," ujar Ahok. 

dengan adanya berita ini maka kita akan memasuki jaman di mana hampir semuanya bisa dilakukan tanpa uang tunai, apakah ini merupakan tanda akhir jaman ? yang pasti kita hanya bisa berdoa dan berusaha memberikan yang terbaik dalam hal apapun juga sehingga nama Bapa di surga yang di permuliakan, Amin 

Senin, 08 September 2014

Naskah Berusia 1500 Tahun Ungkap Sejarah Alkitab

Naskah Berusia 1500 Tahun Ungkap Sejarah Alkitab

MONDAY, 08 SEPTEMBER 2014

Total View : 161 times

Sebuah papirus yang telah lama hilang ditemukan oleh seorang pekerja perpustakaan Roberty Mazza di makam perpustakaan John Rylands Research Institute, Universitas Manchester pada pekan lalu. Penemuan itu diklaim sebagai salah satu penemuan paling luar biasa dari sejarah Alkitab.
Pasalnya, Mazza mengaku membaca beberapa teks kuno berbahasa Yunani itu dan menemukan sebagian teks tertulis berkonotasi campuran mengungkapkan ayat-ayat dari kedua bagian Alkitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, yakni Mazmur 78: 23-24 dan Matius 26: 28-30.
"Karakter teks itu seperti kelihatannya sebuah daya tarik melindungi kejahatan," kata Mazza, seperti dilansir Thepncvoice.com, Senin (8/9).
Dalam temuan itu, Mazza melihat teks terlipat sangat kecil seperti sebuah bentuk jimat di dalam liontin yang dikenakan di leher sebagai benda pelindung. Ia meyakini bahwa hal itu adalah kebiasaan yang telah diadopsi oleh orang-orang Kristen awal dari orang-orang Mesir. Mereka mengganti kata-kata doa dengan hal yang lebih terkait pada kepercayaan mereka.
Naskah berusia 1500 tahun itu pun telah resmi menjadi milik perpustakaan Universitas Manchester sejak sekitar tahun 1901. Sementara kata-kata yang dalam kertas berbeda tampaknya diambil dari ayat-ayat Alkitab, kata-kata yang salah eja dan salah susunan mengarah pada interpretasi sejarah yang baru.
"Saat ini kita berpikir bahwa Alkitab sebagai pekerjaan yang telah selesai dimana setiap kata-kata berada pada susunan yang benar. Potongan seperti ini menjelaskan kepada kita bahwa pengetahuan tentang Alkitab ditransmisikan lebih melalui kata-kata, liturgi, doa dan jimat, selain buku-buku," terangnya.
Penemuan ini diyakini Mazza sebagai contoh dari awal kehadiran Alkitab dan Kekristenan bagi orang-orang yang telah memiliki keyakinan mereka sendiri. Namun penemuan itu baru akan dipresentasikan di Konferensi Internasional Papirus di Lembaga Penelitian Universitas Manchester pekan ini.

Ketika Arwah Hugo Chavez Dijadikan Doa Bapa Kami

Ketika Arwah Hugo Chavez Dijadikan Doa Bapa Kami

FRIDAY, 05 SEPTEMBER 2014

Total View : 1196 times

Doa Bapa Kami adalah doa yang diucapkan Yesus saat ditanya para murid-Nya apa yang harus dikatakan kepada Bapa. Namun akhir-akhir ini, di Venezuela doa ini kemudian diubah dan ditujukan kepadaHugo Chavez, pemimpin Venezuela yang telah meninggal dunia, seolah-olah Chavez adalah dewa dan ini dikecam oleh gereja setempat.

"Doa Bapa kami merupakan doa bagi orang Kristen di seluruh dunia, adalah perkataan yang diucapkan sendiri oleh Yesus Kristus, karena itu tidak boleh diubah-ubah," demikian ungkap Gereja Katolik Roma di Venezuela. "Seperti larangan perubahan lagu kebangsaan untuk menghormati seseorang, demikian halnya larangan bagi perubahan Doa Bapa Kami," ujar juru bicara gereja tersebut pada Rabu (3/9/2014).

Adapun doa yang diubah tersebut diperkenalkan oleh seorang anggota partai di Venezuela pada Senin (1/9/2014) kemarin. Doa ini mengungkapkan hubungan spiritual antara "Chavistas" (sebutan bagi pemuja Chavez) dengan pemimpin yang meninggal karena kanker pada Maret 2013 lampau.

Di sisi lain, Presiden Nicolas Maduro, yang menyebut dirinya sebagai anak spiritual Chavez, pada Kamis (4/9/2014) waktu setempat menyatakan bahwa gereja berupaya melemahkan pengaruh Chavez. "Mereka tidak dapat menggulingkan Chavez pada masa hidupnya. Dan sekarang mereka ingin membunuh cinta spiritual warga terhadapnya," ujar Maduro yang memeluk Katolik tapi juga terinspirasi guru asal India, Sai Baba.

Berikut bunyi gubahan Doa Bapa Kami untuk Chavez yang digubah oleh Maria Estrella Uribe tersebut :

Chavez kami di surga, di atas bumi, dan di lautan. Pimpin kami dari godaan kapitalisme, hindarkan kami dari keburukan oligarki, seperti kejahatan yang datang diam-diam, karena yang kami miliki hanyalah tanah air, perdamaian, dan kehidupan – selamanya. Amin. Viva Chavez.

Menurut informasi, sebagian besar warga Venezuela memeluk agama Katolik Roma, namun banyak yang mencampurkan iman Kristen mereka dengan bentuk spiritual lain seperti "Santeria". Chavez sendiri juga mencampuradukkan ajaran, dia pernah mengajak orang untuk berdoa pada Yesus dan Marx.

Di dalam kekristenan sendiri, jelas hanya ada satu kebenaran dan kebenaran itu hanyalah menyembah Bapa yang turun dari surga ke dunia untuk jadi manusia yang disebut Yesus, dan menurunkan Roh Kudus ketika Yesus terangkat ke surga. Alkitab katakan, ajaran di luar itu adalah tidak sesuai dengan yang Tuhan ajarkan.

Pangeran Kegelapan Bakar dan Kencingi Alkitab

Pangeran Kegelapan Bakar dan Kencingi Alkitab

TUESDAY, 02 SEPTEMBER 2014

Total View : 2249 times

Seorang pria di Kota Prescott, Arizona, Amerika membakar sesuatu di tangga depan di luar bangunan tunawisma Kristen. Melihat hal tersebut, si pelapor melaporkannya kepada polisi kota setempat. Ternyata yang dibakar adalah sebuah Injil. Hal ini didapati polisi ketika tiba di lokasi kejadian.

Para petugas melihat sebuah Injil di tanah dekat pria tersebut dalam keadaan basah dan ada tanda bekas dibakar. Pria yang menamakan dirinya Dark Lord atau Pangeran Kegelapan itu bernama Eric Minerault (22) dan ditahan sebagai pelaku. Dia selalu mengenakan jubah panjang warna hitam dan merah serta kalung pentagram.

"Dia (Eric Minerault) mengatakan bahwa dia memilih misi tersebut (membakar dan mengencingi Injil), karena dia percaya itu jadi alat ibadah umat Kristen dan dia mengutuk orang-orang Kristen," ujar Letnan Ken Morley, pejabat Presscott.

Ketika para petugas menanyakan dia alasannya mengapa dia melakukan hal tersebut, Menerault menjawab bahwa karena dia adalah Pangeran Kegelapan. Minerault kini dibawa ke Pusat Penahanan Yavapai County dan akan dituntut atas tuduhan pembakaran kitab suci.

Tidak tahu kebenaran akan membuat orang sesat bahkan sampai menyamakan dirinya dengan hal-hal sesat. Alkitab sendiri telah menjelaskan bahwa kita harus waspada dan jangan sampai disesatkan. Mereka akan banyak mengadakan tanda mujizat, tapi jangan percaya. Mereka bilang ada Yesus di sana, di situ tapi jangan percaya. Ingatlah, hari-hari ini adalah jahat. Dekat dengan Tuhan dan mengerti firman-Nya maka kita akan mampu memfilter semuanya.

Uskup Inggris Minta Jihad Tak Boleh Pulang ke Negaranya Lagi

Uskup Inggris Minta Jihad Tak Boleh Pulang ke Negaranya Lagi

TUESDAY, 26 AUGUST 2014

Total View : 1346 times

Setelah kematian seorang jurnalis Amerika James Foley yang diperkirakan dibunuh oleh militan ISIS asal Inggris, yang dikenal sebagai John Jihadis, Inggris mulai melakukan antisipasi. Bahkan uskup Inggris meminta kepada pemerintah agar mereka yang jihad dan menjadi militan, tidak boleh lagi pulang ke negara Inggris selamanya.

"Mereka tidak boleh punya akses istimewa bepergian denganpassport Inggris dengan disertai perlindungan – dan mereka tentu saja tidak boleh kembali ke sini dengan kemampuan barbar dan penuh darah yang telah mereka dapatkan," ujar Lord Carey, mantan Uskup di Canterbury.

"Anak muda yang bepergian ke luar negeri untuk melakukan jihad harus tahu bahwa sebelum mereka pergi, mereka tidak bisa kembali ke masyarakat. Mereka harus tahu bahwa keistimewaan dan kemewahan di negara kita akan menolak mereka di masa depan," ujarnya lagi. Hal ini dikemukakannya setelah militan mengeluarkanvideo pembunuhan jurnalis James Foley.

Sampai saat ini pemerintah Inggris masih mengidentifikasi kebenaran pembunuh James Voley, apakah benar John Jihadis. Menurut Sunday Times, Sekretaris Luar Negeri Inggris Philip Hammond menyatakan bahwa ada lebih dari 500 jihad asal Inggris yang bepergian ke Suriah atau Irak selama beberapa tahun terakhir ini. Passport mereka pun sudah dilarang, menurut Hammond.

"Keikutsertaan masyarakat Inggris kejadian horor minggu lalu merupakan bukti ke depan ancaman yang akan kita terima dari orang-orang tertentu yang membawa passport kita tapi tidak mempunyai nilai-nilai yang kita anut," ujar Hammond.
Hal yang sama juga harus menjadi perhatian Indonesia. Di saat Indonesia menganut Pancasila dan kedamaian, ada pihak-pihak ekstrimis yang menginginkan sebaliknya. Harus ada tindak lanjut, jika dibiarkan, maka kebhineka-ikaan Indonesia bisa saja hilang.