Sabtu, 08 Februari 2014

Murid Ini Dibungkam karena Presentasikan Isi Alkitab

Murid Ini Dibungkam karena Presentasikan Isi Alkitab

MONDAY, 20 JANUARY 2014

Total View : 2246 times

Apakah ada yang salah dengan mempresentasikan kisah Natal disertai ayat Yohanes 3:16? Seharusnya itu tidak menjadi masalah, karena Natal bagaimanapun adalah peringatan kelahiran Yesus yang datang ke dunia untuk menebus dosa manusia. Namun, guru di sebuah sekolah di California, AS, tampak gerah saat Brynn Williams, seorang murid, bercerita tentang Natal yang disangkutpautkan dengan Alkitab. Williams kemudian disuruh menghentikan presentasinya dan kembali ke tempat duduk.

Kejadian itu terjadi saat murid-murid di sekolah yang tidak disebutkan ini harus mempresentasikan tradisi Natal yang dilakukan keluarga mereka masing-masing. Brynn Williams (6) membawa sebuah bintang dari pohon Natal di rumahnya dan berkata, "Tradisi Natal kami adalah meletakkan sebuah bintang di puncak pohon."

Presentasinya terus berlanjut. "Bintang ini dinamakan Bintang Betlehem. Tiga orang majus mengikuti bintang tersebut dan menemukan bayi Yesus, Juruselamat dunia. Yohanes…" Saat Williams hendak menyebut "Yohanes 3:16", saat itulah sang guru menyuruh Williams berhenti. "Duduklah!" kata gurunya kepada Williams.

Si guru meminta Williams dan murid-murid lainnya untuk tidak bicara apapun mengenai Alkitab. Tindakan guru ini, kata ayah Williams, telah membuat Williams merasa bersalah karena dia adalah satu-satunya murid yang presentasinya dipotong sebelum usai.

"Dia merasa dirinya telah melakukan sesuatu yang salah dan berpikir dia akan dihukum," kata Shane, ayah Williams.

Menurut organisasi nirlaba Faith and Freedom, perlawanan yang seakan dilakukan badan pendidikan terhadap kekristenan sudah mewabah.

November 2013 lalu, asrama mahasiswa Huddersfield University menolak mentah-mentah alkitab Gideon International di kamar mereka. Alasannya, pihak pengelola asrama ingin bersikap "netral".

Tahun lalu juga sekolah-sekolah di sebuah area di Kanada dipaksa mengubah kebijakan mereka dalam membagikan alkitab terbitan Gideon setelah mendapat tantangan dari seorang atheis.

Alkitab telah menubuatkan aniaya yang dialami orang Kristen pada hari-hari terakhir. Kesulitan memperoleh akses terhadap Firman Tuhan merupakan salah satu masalah yang akan dialami manusia, dimana pada saat yang sama mereka juga ingin mencari Kebenaran. Namun, selama anak-anak Tuhan berjuang bersama Yesus, yakinlah bahwa pemberitaan Injil akan terus melesat, dengan cara-cara-Nya yang ajaib dan tidak kita bayangkan selama ini.

Agama Baru Yeezianity Tetapkan Kanye West Sebagai Juruselamat

Agama Baru Yeezianity Tetapkan Kanye West Sebagai Juruselamat

MONDAY, 20 JANUARY 2014

Total View : 1457 times

Baru-baru ini sekelompok anak muda yang tidak dikenal namanya di Amerika mendirikan agama baru yang dinamakan Yeezianity. Anehnya lagi, agama ini menunjuk artis Kanye West sebagai juruselamat mereka.

Seperti dikutip dari websitenya, gereja Yeezus mengatakan, "Kami adalah kelompok (anonim) yang percaya bahwa seorang yang menyebut dirinya sendiri Yeezus adalah pribadi Kudus yang dikirim Tuhan untuk mengantarkan suatu era baru kemanusiaan."


Selain itu website tersebut juga menulis, "Nama aslinya tidak akan disebutkan. Bagi kami, dia dikenal sebagai Yeezus. Dia telah menunjukkan kepada dunia potensi kreatif yang dimiliki manusia dan dia menjadi teladan atas perbuatan dan etika."


Pendiri agama Yeezianity mengatakan kepada Noisy dalam wawancaranya, "Saya menciptakannya, merefleksikannya, dan berpikir bahwa ini hanyalah pengulangan agama Kristen, tetapi hanya menempatkan Yeezus dan bukan Yesus. Yesus memiliki semuanya dan semua konotasi yang ada pada-Nya, dan Yeezus adalah sesuatu hal yang baru. Itulah mengapa jika hal ini dilepaskan, ke depannya, orang-orang akan melupakan Kanye tanpa fokus kepada pesan yang ada di dalamnya."


Tidak jelas berapa jumlah jemaat gereja ini namun pendiri agama ini mengaku keanggotaan gereja bersifat rahasia/diam-diam. "Kami memohon agar semua anggota kami tidak membeberkan kepercayaan mereka kepada siapapun kecuali antar-jemaat sendiri," seperti yang tertulis di website mereka.

Alkitab mencatat menjelang kedatangan Tuhan kedua kalinya, akan muncul banyak penyesat yang menamakan diri mereka sebagai Mesias. Oleh karena itu, tetap berpegang kepada kebenaran Firman Tuhan (Alkitab) yang hanya menyembah satu nama, Yesus Kristus.

Sumber : ov/Eva

Obama Dianggap Membuka Pintu Bagi Anti-Kristus

Obama Dianggap Membuka Pintu Bagi Anti-Kristus

WEDNESDAY, 15 JANUARY 2014

Total View : 1675 times

Kebijakan-kebijakan dan sikap politik yang dijalankan oleh Presiden Amerika Serikat Barack Obama dianggap oleh seorang pendeta yang baru saja merilis buku terbarunya berjudul Perfect Ending, membuka pintu bagi Anti-Kristus.

Pendeta tersebut adalah Robert Jeffress yang menegaskan bahwa meskipun dirinya tidak mengatakan bahwa Obama adalah seorang Anti-Kristus, namun kebijakan yang dijalankannya itu membuka jalan bagi Anti-Kristus. "Meskipun Presiden Obama tentu bukan Antikristus, kebijakan itu membuka jalan bagi Antikristus," tulis Jeffress dalam siaran pers dari penerbitnya seperti dilansirHuffintonpost.com (8/1).

Bahkan Pendeta Gereja First Baptist Dallas ini telah berkali-kali memperingatkan jemaatnya tentang kebijakan Obama. Tampaknya, sikap Obama terhadap kesetaraan pernikahan adalah salah satu kebijakan utama yang dianggap Jeffress sebagai pertanda akhir zaman.

Menurut rilis tersebut, buku tersebut "berfokus pada pemahaman topik yang sering membingungkan tentang nubuat Alkitab dan menjelaskan bagaimana orang Kristen dapat mengenali peristiwa kenabian yang mungkin terjadi di dunia kita—dan pemerintah Amerika Serikat—hari ini."

"Untuk pertama kalinya dalam sejarah, presiden negara kita telah secara terbuka mengusulkan mengubah salah satu hukum masyarakat (tidak dengan menyebut hukum Allah) yang paling mendasar: tentang pernikahan harus antara seorang laki-laki dan seorang perempuan," katanya dalam sebuah kutipan dari buku yang diterbitkan oleh Dallas Observer itu.


Sumber : Satuharapan

Kematian Ariel Sharon Berkaitan dengan Kedatangan Yesus?

Kematian Ariel Sharon Berkaitan dengan Kedatangan Yesus?

MONDAY, 13 JANUARY 2014

Total View : 3361 times

Ariel Sharon, mantan perdana menteri Israel meninggal dunia Sabtu (11/01/2014) lalu, setelah sebelumnya sempat jatuh koma. Hal ini menyisakan pertanyaan, benarkah pernyataan Yitzhak Kaduri, salah satu orang yang dianggap suci oleh Yahudi ini akan terwujud bahwa Yesus akan datang ke dalam dunia?

Diulas oleh situs WND Faith pekan lalu, Kaduri mengaku didatangi oleh Isa Al-Masih pada 2006, beberapa waktu sebelum dia meninggal. Menurut pemuka Yahudi dari mazhab Sephardic Haredim ini, Sang Penyelamat mengatakan bahwa Dia tidak akan turun ke bumi sampai Sharon meninggal. Dua bulan setelah ramalan tersebut, Sharon jatuh koma dan Kaduri pun meninggal dunia di usianya ke 108 tahun.

Rabbi kelahiran Bagdad, Irak itu meninggalkan catatan tertutup yang mengungkapkan nama dari Mesias yang ditunggu-tunggu tersebut. Setahun setelah kematiannya, catatan itu diteliti dan dipastikan keabsahannya oleh para pengikut dekat Kaduri. Catatan itu pun dipublikasikan di situs Kaduri yang membuat heboh di antara umat beragama. Dalam ramalannya, Kaduri mengatakan bahwa Al-Masih nantinya bernama Yehoshua atau yang sering kita dengan dengan kata Yesus.

Ramalan ini bertentangan dengan ajaran Yahudi yang mengatakan bahwa Mesias itu adalah Ben David, putra keturunan Daud, yang menurut mereka akan mengalahkan pasukan Ya"juj dan Ma"juj. Meskipun catatan itu kemudian ditarik dan dibantah kemudian, namun seorang pastur asal Amerika mengulas ramalan Kaduri ini dalam sebuah buku.

Dalam agama Islam, yang disebut Al-Masih atau Mesias adalah Nabi Isa, yaitu Yesus. Dalam beberapa hadits dikatakan bahwa Nabi Isa akan muncul di akhir jaman setelah turunnya Imam Mahdi. Menurut Nabi Muhammad aws, Isa akan membunuh Dajjal dan memerangi Ya"juj dan Ma"juj, makhluk perusak. Umat Islam juga percaya bahwa Nabi Isa merupakan pertanda akan tibanya hari kiamat, sama seperti yang diyakini umat Kristen.
Delapan tahun kemudian, yaitu Sabtu lalu, Ariel Sharon meninggal. Lantas, apakah ramalan Kaduri akan mulai tergenapi bahwa setelah Sharon meninggal maka Al-Masih pun akan turun ke dunia untuk menghakimi dunia ini? Menurut Alkitab, bahkan menurut Yesus sendiri, hanya Allah Bapa yang tahu kapan penghakiman itu akan tiba, bahkan Allah Anak pun tak tahu. Bagaimana mungkin seorang manusia bisa mengetahuinya?

Fakta Dibalik Konflik Agama Afrika Tengah

Fakta Dibalik Konflik Agama Afrika Tengah

TUESDAY, 14 JANUARY 2014

Total View : 1664 times

Serupa dengan pergolakan politik yang terjadi di Mesir tahun lalu, konflik yang sedang memanas di Afrika Tengah antara kelompok Muslim dengan kelompok Kristiani terjadi sejak penggulingan Presiden terdahulu Francoise Bozzie pada Maret 2013 silam.
Kelompok Seleka atau Muslim berhasil melakukan kudeta sehingga kekuasaan diambil alih oleh Michel Djotodia lewat pemilihan yang digelar pada April 2013 silam. Sejak itu, kelompok Kristiani semakin gencar melakukan serangan balas dendam seperti pembunuhan, perampokan, hingga merekrut anak-anak sebagai pasukan bersenjata.
Berdasarkan berita yang dimuat oleh Csmonitor, Selasa (7/1),menyebutkan akar dari konflik bukan persoalan agama melainkan persoalan ekonomi dan politik. Konflik ini disebut juga perang kekuasaan antara dua kelompok politik.
Afrika Tengah, seperti diketahui merupakan negara yang terdiri dari 50 persen Kristiani, 35 persen agama tradisional dan selebihnya 15 persen Muslim. Dan kini, kaum minoritas menjadi target kekerasan kelompok milisi Kristiani. Dengan itu, untuk mengakhiri perang yang tak berujung ini, Presiden Djotodia memilih mundur dari jabatannya pada Jumat (10/1). 
Dewasa ini, agama telah dijadikan sebagai selubung politik untuk mengobarkan api perpecahan. Sehingga dianggap penting untuk tidak mudah terhasut dengan siasat politik para penguasa. Sebab sejatinya, setiap agama menyerukan perdamaian bukan perang.

Vatikan Gelar Pelatihan Pengusiran Setan

Vatikan Gelar Pelatihan Pengusiran Setan

SUNDAY, 12 JANUARY 2014

Total View : 1279 times

Meningkatnya permintaan ritual pengusiran setan di kalangan umat Katolik membuat otoritas Vatikan dikabarkan akan segera membuka pelatihan pengusiran setan. Nantinya Progam pelatihan ini akan diselenggarakan di Italia, Spanyol dan Malta.

Pastor asal Italia, Vincenzo Taraborelli menyatakan bahwa pelatihan ini nantinya akan dilakukan oleh pastor yang telah terkualifikasi untuk menjaga kualitas dan keamanan. "Pengusiran setan harus dilakukan oleh pastor yang sudah terlatih. Jika tidak, orang yang kerasukan akan berada dalam bahaya," ujarnya seperti dikutip Daily Beast, Rabu (8/1/2014).

Taraborelli mengaku telah melakukan lebih dari 100 rital pengusiran setan setiap pekannya. Dia ikut ambil bagian dalam program pelatihan yang digelar Vatikan. Pria berusia 78 tahun tersebut mengaku menjalani ritual pengusiran setan memiliki tantangan sendiri.

Pastor yang menjalankan ritual pengusiran setan menurutnya dipandang miring di tengah masyarakat. "Masyarakat kerap melihat kita sebagai kekuatan jahat,"tuturnya.

Senin, 11 November 2013

Unik, Kirim Alkitab Lewat Balon Raksasa ke Korea Utara

Unik, Kirim Alkitab Lewat Balon Raksasa ke Korea Utara

Unik, Kirim Alkitab Lewat Balon Raksasa ke Korea Utara

Related Articles

  • No related articles yet

MONDAY, 11 NOVEMBER 2013

Total View : 7 times

Kelompok Kristen Seoul USA yang berbasis di Colorado melakukan misi pengiriman Alkitab ke Korea Utara dengan menggunakan balon raksasa. Kelompok yang dipimpin oleh Pendeta Eric Foley ini mengirimkan sekitar 50 ribu keping Alkitab dan buku kesaksian ke daerah rawan konflik tersebut.
Alkitab dimasukkan ke dalam balon berjenis hidrogen dan dilepaskan ke udara. Biasanya dilakukan pada musim badai atau angin yang sedang bertiup kencang. Pergerakan balon ini pun dipantau dengan menggunakan teknologi GPS untuk memastikan pendaratan balon-balon tersebut.
Misi ini sebelumnya dilakukan bulan Mei-Oktober 2013 lalu dari perbatasan antara Korea Utara dan Korea Selatan. Balon berisi Alkitab ini diharap dapat ditemukan oleh penduduk setempat.
Setelah menjalankan misi ini selama tujuh tahun, Pendeta Foley mengaku bahwa setiap kali melepaskan balon, dirinya selalu merasa tersendat dan menyaksikan balon beterbangan. Ia menegaskan bahwa ini adalah cara penjangkau terhadap masyarakat di Korea Utara yang menolak keras kehadiran Alkitab.  
"Ini adalah distorsi Kristen. Dan cara terbaik untuk menjangkau mereka adalah melalui pola pikir dan pengetahuan," ujarnya, seperti dilansir Dailymail.com, Sabtu (9/11).
Meskipun tindakan ini illegal, namun tampaknya kelompok ini tetap getol menjalankan misi penjangkaunya. Ia menyadari bahwa Kristen Korea Utara adalah orang-orang yang mengalami ancaman atas imannya.
Beragam cara dapat dipakai untuk menyampaikan firman Tuhan kepada banyak orang baik atau tidak baik kondisinya, dan salah satunya adalah cara unik yang dilakukan oleh kelompok Seoul USA ini.