Kamis, 18 Juli 2013

Ras Kulit Hitam Sebabkan Pesatnya Pertumbuhan Gereja di London

Ras Kulit Hitam Sebabkan Pesatnya Pertumbuhan Gereja di London

TUESDAY, 02 JULY 2013

Total View : 764 times

Wilayah Southwark London mengalami pertumbuhan Black Majority Churches sangat pesat. Kebanyakan dari gereja tersebut adalah gereja pentakosta yang sebagian besar adalah orang-orang Karibia atau Afrika.
Hasil riset yang diterbitkan oleh Universitas Roehampton membuktikan bahwa terdapat 20.000 jemaat yang beribadah bersama disekitar 240 gereja berbeda disepanjang Southwark setiap minggunya. Namun mereka mengalami hambatan karena kekurangan tempat peribadatan.
Gereja-gereja baru itu tidak mendapatkan izin tempat peribadatan yang cocok untuk melakukan ibadah sebab tempat yang mereka pakai tersebut merupakan kawasan industri dan perumahan. Sehingga mereka disarankan untuk membangun gereja dekat dengan golongan masyarakat mereka sendiri. Namun tak jarang mereka juga menghadapi penolakan dari komunitas dan dianggap bukan bagian dari mereka sebab hubungan mereka yang kurang baik.
Dr Andrew Rogers yang memberikan laporan ini mengatakan bahwa "Gereja-gereja ini adalah hadiah bagi gereja dan kota London. Namun tekanan untuk mencari tempat yang cocok untuk beribadah dapat menjadikan mereka seperti orang bodoh."
Fran Beckitt, pemimpin eksekutif dari Southwark Transform, salah satu rekan kerja dari Universitas dalam Proyek Membangun Bersama pun merekomendasikan tempat beribadah yang aman. Pastor Lincoln Serwanga, dari Persekutuan Kebebasan Kristen di Camberwell menyambut hangat saran tersebut dan menganjurkan agar seluruh gereja bekerja sama untuk menghadirkan gereja Tuhan yang kekal dan harmonis.
Pertumbuhan gereja yang semakin pesat patut kita syukuri sebagai suatu proses dimana Tuhan berkenan untuk menyebarluaskan kerajaanNya di dunia. Semoga umat Kristen masih diberi tempat untuk terus membangun rumah Tuhan di dunia.

Umat Kristen di India Dibantai dan Disiksa oleh Kelompok Ekstrim

Umat Kristen di India Dibantai dan Disiksa oleh Kelompok Ekstrim

TUESDAY, 02 JULY 2013

Total View : 1244 times

Umat kristen yang berada di dua desa di bagian timur India baru-baru ini mengalami serangan dan intimidasi selama 3 bulan dari kelompok agama mayoritas. "Umat Kristen dilarang berbisnis dan mengambil air minum dari sumur umum karena imannya kepada Kristus," kata Rev. K Raju dari Malkangiri Life Development Society.

Akibatnya mereka minum dari air sungai yang sudah tercampur lumpur akibat hujan lebat sehingga tidak layak diminum.

Peristiwa pembantaian ini sebenarnya berawal pada 8 Juni, ketika seorang wanita, Mongli Madhi diserang oleh kelompok agama mayoritas karena mencoba mengambil air minum dari sumur umum. "Kaum ekstrim tidak mengizinkan Mongli untuk mengambil air disana. Mereka memukulnya dan memecahkan ember dan tempayan airnya," kata Raju. Mereka kembali beberapa hari berikutnya dan mendatangi rumah Mongli, memukul, dan melukainya. Akibatnya dia mengalami luka serius di punggung, tangan kanan, dan leher," kata Rev. Bijay Purusu dari gereja Bethel.

Selain itu, tindakan kekerasan dan penganiayaan itu berlanjut ke rumah-rumah lainnya yang berada di desa itu. Kaum ekstrim menghancurkan dua rumah, memboikot desa dan menyiksa warga yang ada disana dengan menggunakan pedang, kampak, rantai, dan senjata lain. Ada sekitar 4 umat Kristen yang mengalami luka fisik, memar dan pendarahan serius sehingga harus dilarikan ke rumah sakit. Mereka adalah Irma Madhi, Mangli Madhi, Mudha Madhi dan Sambru Khurami. Saat ini umat Kristen yang ada di 2 desa itu mengungsi ke desa sebelah yang lebih aman. "Kaum ekstrim yang dipimpin oleh Laxmi Markani mengatakan kepada umat Kristen untuk meninggalkan desa, mengklaim bahwa tidak ada tempat untuk mereka dan mereka tidak berhak atas panen," kata Purusu. Umat Kristen sudah melaporkan kasus ini ke Kantor Polisi Malkangiri tetapi polisi belum melakukan apa-apa.

Berbahagialah orang yang dianiaya oleh sebab kebenaran, karena merekalah yang empunya Kerajaan Sorga. Berbahagialah kamu, jika karena Aku kamu dicela dan dianiaya dan kepadamu difitnahkan segala yang jahat. Bersukacita dan bergembiralah, karena upahmu besar di sorga, sebab demikian juga telah dianiaya nabi-nabi yang sebelum kamu (Matius 5:10-12).

Membangkitkan Generasi Baru Melalui Jendela 4/14

Membangkitkan Generasi Baru Melalui Jendela 4/14

SUNDAY, 30 JUNE 2013

Total View : 280 times

Mengakhiri abad lalu, International Director for the AD2000 & Beyond Movement Luis Bush menulis selebaran berjudul "Jendela 10/40: Mendapatkan yang utama dari yang utama." Dalam tulisan di sebaran tersebut, ia menyerukan bahwa memasuki tahun pertama pada abad ini, gereja-gereja agar fokus kepada misi baru, yaitu Jendela 4/14.
Dikatakan lebih jauh oleh Bush, Jendela 4/14 merupakan "hal terpenting dari yang penting." Pasalnya, jika Jendela 10/40 mengacu kepada hal geografi, maka Jendela 4/14 mengarah pada hal demografi–rentang usia 10 tahun antara usia 4 dan 14 tahun.
"Saya ingin menyerukan kepada Anda untuk ikut memikirkan strategi penting untuk menyelamatkan 1,2 juta anak dan remaja melalui Jendela 4/14 ini. Mari buka hati dan pemikiran Anda untuk ikut menjangkau dan membesarkan generasi baru, generasi yang telah mentransformasi diri dan dapat digerakkan sebagai agen perubahan untuk mengubah dunia."
"Visi dan harapan kami adalah memaksimalkan dampak transformasi mereka selagi mereka muda agar tetap bergerak dan hidup berdampak hingga akhir hayat mereka."
Bush mengungkapkan Firman Tuhan sangat jelas menuliskan bahwa misi untuk terlibat dalam transformasi bersama Tuhan adalah dengan membawa segala sesuatu di bawah Kristus sebagai kepala (Efesus 1:9-10), melalui gereja-yang adalah tubuh.
"Gereja adalah kepenuhan Kristus di dunia, yang memenuhi semua dan segala sesuatu (Efesus 1:22-23), dengan hasil bahwa segala sesuatu yang ada di bumi telah diperdamaikan dan menjadi satu dengan Dia (Kolose 1:20)."
"Tubuh Kristus di seluruh dunia, termasuk anak dan remaja dalam Jendela 4/14 merupakan agen Tuhan dalam transformasi yang ada di bawah Yesus Kristus sebagai kepala gereja. Setiap pengikut Kristus dalam setiap komunitas dan bangsa–baik anak dan remaja–dipanggil untuk terlibat dalam misi transformasi Kristus" pungkasnya.
Tuhan telah menyatakan apa yang menjadi isi hati-Nya kepada Anda melalui bibir maupun tulisan dari para hamba-Nya di muka bumi. Kini, tinggal keputusan Anda apakah mau merespon positif atau negatif? Semua terserah Anda.

Senin, 24 Juni 2013

Batu Pilar Perjanjian Lama, Mazmur Daud Ditemukan di Betlehem


Batu Pilar Perjanjian Lama, Mazmur Daud Ditemukan di Betlehem


MONDAY, 24 JUNE 2013
Total View : 599 times

Sebuah pilar ditemukan di dekat Betlehem yang diduga sebagai kitab Mazmur Raja Daud atau Kitab Salomo.


Seorang pemandu wisata Israel, Binyamin Tropper yang pertama kali menemukan artefak bersejarah itu, sangat terkejut ketika tahu bahwa pemerintah sudah terlebih dulu menemukan pilar bersejarah ini dan merahasiakannya sejak lama.


"Ketika saya tahu bahwa pilar ini sangat bernilai, saya menceritakannya kepada bos saya dan segera memberitahukannya kepada pemerintah yang khusus menangani barang antik (IAA: Israel Antiquities Authority)." ungkapnya seperti yang dilansir foxnews.com.


Tropper yang bekerja di Sekolah Pendidikan Lapangan di Kibbutz Kfar Etzion berkata, "IAA kemudian mengatakan kepada bos saya untuk tutup mulut."


Menurut ahli arkeologi usia pilar itu berkisar 2800 tahun dan dapat dijadikan sebagai bukti sejarah hubungan antara Israel-Yahudi maupun Israel-Arab.


."Pilar ini memiliki berat sekitar lima ton, jadi kamu tidak akan dapat memindahkannya. Sehingga akan tetap berada di sini," katanya.


Pada 20-30 tahun belakangan ini, Israel memperdebatkan kerajaan Raja Daud seperti yang tertulis dalam alkitab dan menghubungkannya pada pilar yang tetap utuh ini dari waktu ke waktu. Namun dilain pihak, pilar ini diklaim sebagai candi pertama yang dibangun sebagai bentuk penghormatan kepada Raja Salomo seperti yang dituliskan di perjanjian lama. Juga peribadatan orang Yahudi yang dikatakan telah di musnahkan oleh Raja Babilonia, Nebukadnezar II pada 578 SM.


"Saya rasa orang Arab yang dekat lokasi pilar ini juga sudah menemukannya, namun mereka tidak menyadari betapa pentingnya batu pilar itu," ujar Tropper.


"Terdapat sumber mata air disana bila kita menggalinya dan orang Arab tentunya akan mendapatkan air dan kita mendapatkan uang," jelasnya.


Penemuan pilar ini masih tetap menjadi kontroversi. Ia berharap agar IAA menyadari betapa berharganya pilar itu sebagai bukti sejarah yang harus digali lebih dalam.

Selasa, 11 Juni 2013

China Berencana Akan Hancurkan Seluruh Gereja Rumah

China Berencana Akan Hancurkan Seluruh Gereja Rumah

TUESDAY, 11 JUNE 2013

Total View : 342 times

Penutupan puluhan gereja yang terjadi di Propinsi Hainan, China akhir-akhir ini dikabarkan merupakan salah satu upaya rahasia pemerintah Komunis China untuk menghancurkan semua gereja rumah yang belum terdaftar secara resmi, menurut Asosiasi Bantuan China (CAA).

"Pemerintah sedang menyusun rencana untuk menghancurkan gerakan gereja rumah yang mulai marak dibangun secara bebas, penghancuran ini kemungkinan akan berpengaruh terhadap 100 juta orang," kata Presiden CAA, Bob Fu di salah satu media lokal. "Asosiasi China mengaku terkejut akan tindakan pemerintah Hainan terkait masalah administrasi yang baru sekarang ini dipermasalahkan sehingga mereka harus menutup seluruh gereja rumah. Berdasarkan laporan yang diperoleh belakangan ini dari sejumlah provinsi di China, rencana ini juga akan segera diberlakukan di daerah lain," tambahnya.

Berdasarkan laporan CAA, pemerintah Komunis China ternyata sudah membuat rencana ini selama 10 tahun dan salah satu proyeknya adalah dengan memaksa semua gereja rumah illegal untuk bergabung di dalam sistim resmi Three-Self Patriotic Movement (TSPM) China. Selama bulan Januari-Juni, Kementerian Agama telah menyelidiki secara rahasia semua gereja rumah illegal yang ada di China. Gereja-gereja ini rencananya akan ditutup secara paksa dan para pemimpin gerejanya akan dikirim ke camp buruh dengan tuduhan tindakan pengorganisasian dan penggunaan kultus yang bertujuan untuk melemahkan penegakkan hukum. Gereja-gereja rumah yang bergabung dengan TSPM akan dinamakan "rumah pertemuan" dan bukan gereja. sementara itu, walaupun beberapa gereja rumah sudah bergabung dengan TSPM untuk menghindari pelecehan, sebagian besar jemaat menolak untuk bergabung karena pemerintah China telah mensensor/memblok sesi khotbah, menurut media berita, MSN. Bagi gereja rumah yang belum bergabung dengan TSPM, pemerintah akan menutup semua gereja rumah illegal yang diprediksi akan dilakukan pada 2015 – 2025. 
Rencana penutupan gereja rumah yang terjadi di China mungkin hanya salah satu contoh dari banyak kasus penganiayaan terhadap kekristenan di dunia. Oleh karenanya tetaplah berdoa dan jangan jemu dan lelah dalam mempertahankan iman kekristenan kita dan tetaplah mengabarkan kabar baik kepada mereka yang belum mengenal Yesus.

Kamis, 06 Juni 2013

Jemaat Berkurang, Gereja Bersejarah Tutup


Jemaat Berkurang, Gereja Bersejarah Tutup

THURSDAY, 06 JUNE 2013

Total View : 424 times

Jumlah anggota jemaat yang setiap tahunnya berkurang dan semakin menyusut membuat gereja paling bersejarah di Aurora, Lawrence County Missouri Amerika Serikat harus ditutup. Gereja bernama The Aurora First Christian Church itu sendiri telah berdiri selama 142 tahun.

"Kami punya kelas sekolah minggu yang besar dengan berbagai aktivitas. Kami begitu berkembang, kami merayakan beberapa hari penting dan juga persekutuan yang indah. Itu sangat membekas bagi saya. Karena kakek suami beserta keluarganya beserta disitu, saya dan suamipun bergerereja disana, termasuk juga anak-anak kami," kenang Betty Burk, seorang jemaat yang telah turun temurun bergereja di rumah ibadah itu selama 67 tahun.

Namun seiring berjalannya waktu, banyak para anak-anak dan juga para keturunan yang kini hijrah ke kota besar untuk menuntut pendidikan dan mencari pekerjaan. Semakin banyak yang keluar membuat jumlah jemaat pun menyusut. "mereka pergi mencari perguruan tinggi. Ketika itulah mereka pindah," tambah Burk.

Pendeta jemaat Charlie Bahn pun mengatakan yang serupa. Menurutnya banyak juga jemaat yang tertarik dengan jemaat lainnya di gereja lain. "Sangat sering mereka tertarik kepada jemaat baru. Kita tidak bisa terus bertahan hingga tersisa hanya satu helai jerami saja. Ini tentu menyedihkan," katanya.

Karena itulah pada Minggu 9 Juni mendatang gereja ini akan melaksanakan ibadah terakhir sekaligus mengucapkan selamat tinggal kepada gereja yang telah mereka tempati selama bertahun-tahun. Gedung gereja itu sendiri akhirnya akan dijual dan jemaat yang tersisa akan menggunakan gedung serbaguna lainnya yang dapat digunakan.




Minggu, 26 Mei 2013

Dua Pendeta Calonkan Diri Jadi Bupati dan Wakil Bupati Dairi


Dua Pendeta Calonkan Diri Jadi Bupati dan Wakil Bupati Dairi

FRIDAY, 24 MAY 2013

Total View : 680 times

Dua orang pendeta mencalonkan diri untuk menjadi bupati dan wakil bupati Kabupaten Dairi, Sumatera Utara melalui jalur perseorangan. Kedua pendeta tersebut adalah Pendeta Samuel Sihombing yang merupakan pendeta dari Gereja pendeta Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) Sidikalang dan Pendeta Rudi Sembiring dari Gereja Batak Karo Protestan (GBKP) Jakarta.
Menurut berita yang dirilis oleh Waspada.co.id Selasa (21/5) lalu, kedua pendeta itu mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Dairi dengan menyertakan bukti dukungan dari masyarakat berupa 18.742 lembar fotokopi KTP. 
"Ketika menyerahkan dukungan, pendampingnya cukup banyak, sekitar 500 orang," demikian ucap salah seorang anggota KPU Dairi di Sidikalang. 
Dengan bukti fotokopi KTP tersebut maka kedua pendeta itu telah melebihi syarat minimal yang diberikan KPU yaitu 17.202 lembar fotokopi KTP. Namun nantinya KPU akan memeriksa kembali bukti dukungan tersebut dan melakukan verifikasi faktual. Jika nantinya jumlahnya berkurang karena jumlahnya ganda atau KTP yang habis masa berlakunya, maka pasangan dari jalur independen tersebut akan diberikan kesempatan untuk melakukan perbaikan. 
Saat ini baru satu calon pasangan yang berasal dari jalur perseorangan atau tanpa dukungan partai politik. Untuk pemungutan suara dalam pemilihan bupati dan wakil bupati di Kabupaten Dairi rencananya akan dilaksanakan pada 10 Oktober 2013 nanti. 
Hamba Tuhan atau pendeta yang terjun ke dalam dunia politik bukanlah hal yang baru dalam ke-Kristenan, walau hal ini masih menimbulkan pro-kontra dikalangan umat. Tentunya pilihan kedua pendeta ini untuk bersaing dalam pemilihan bupati di Kabuten Dairi telah dipikirkan dengan matang dan memiliki konsekuensinya sendiri. Sebagai umat, apa pendapat Anda tentang pemuka agama yang terjun dalam dunia politik?